
PANJANG rata-rata usia bisa dikira-kira secara medis, klinis atau acuan disiplin ilmu lainnya, namun umat beragama meyakini, hidup dan mati manusia adalah hak prerogatif Allah yang tidak bisa diganggu-gugat.
Nenek Maria Branyas (113 tahun), warga Spanyol ini selain panjang usianya sekitar dua kali rata-rata harapan hidup manusia sejagat raya (67 tahun), baru saja dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19.
Kantor Berita AFP melaporkan, nenek Branyas yang kelahiran AS dan dalam 20 terakhir ini menghuni panti jompo Santa Maria del Tura di kota Olof, Spanyol diisolasi di kamarnya, bergulat melawan Covid-19.
”Ia berhasil lolos dari Covid-19 dan kondisinya baik-baik saja,” ujar staf panti jompo yang menyebutkan, nenek Branyas yang positif terpapar Covid-19 gejala sedang, dinyatakan sembuh dari virus maut yang telah menewaskan sekitar 285–ribu orang di 214 negara tersebut.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) di berbagai kesempatan mengingatkan pada lansia berusia di atas 60 tahun untuk lebih berhati-hati menjaga kesehatannya, karena dengan imunitas yang rendah, apalagi ada penyakit bawaan, sangat rentan dari paparan Covid-19.
Nenek beranak tiga itu kepada stasiun TV setempat, Catalan TV3 mengaku diperlakukan dan dirawat dengan baik di panti asuhan yang dihuninya, namun ketika ditanya rahasianya, ia mengatakan, dengan usianya saat ini ia merasa beruntung dikarunia kesehatan yang prima.
Panti jompo yang dibangun pada 1969 itu disebutkan mencacat beberapa kematian penghuninya berkaitan dengan paparan virus corona galur baru (Covid-19) yang saat ini menjadi pandemi global.
Branyas diyakini sebagai manusia tertua di Spanyol yang masih hidup. lahir di San Fransico, AS, 4 Maret 1907 lalu bersama keluarganya memutuskan kembali ke negeri “Matador” itu saat Perang Dunia I berkecamuk (1914-1918).
Ia sempat melewati sejumlah peristiwa dunia seperti wabah Flu Spanyol yang menyapu dunia pada 1918-1919 dan Perang Saudara (1936-1939). Spanyol termasuk salah satu negara dengan korban Covid-19 cukup tinggi, 26.920 warganya meninggal dan 269.520 orang terinfeksi (sampai 13/5).
Di Indonesia, rata-rata warga yang tewas akibat Covid-19 berusia di atas usia 50 tahun, walau seperti juga di negara-negara lainnya, ada juga yang berusia lebih muda, bahkan dari kalangan remaja.
Selain berdisiplin, mematuhi social distancing termasuk larangan mudik dan berikhtiar mengupayakan kesembuhan bila sudah terpapar, sebagai umat beragama, kita tentu harus pasrah pada kehendak Allah. (AFP/NS)
Allah.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan korban virus corona meninggal terbanyak berada di rentang usia 45-65 tahun. Saat ini korban meninggal dunia di Indonesia sudah mencapai 49 dari 579 kasus positif.
Herawati mengatakan banyak studi membuktikan bahwa sistem imun sebagai perisai tubuh dari segala macam penyakit tidak sekuat ketika usia muda. Oleh karena itu, usia 45 sampai 65 tahun mudah terserang penyakit.
Lihat juga: |
“Ada perubahan sistem imun pada usia lanjut. Pada suatu studi untuk melihat aspek imunologi dan epidemiologi penyakit infeksi di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) di Amerika Serikat, tampak bahwa ada peningkatan insiden yang berhubungan dengan umur terkait penurunan sistem imun,” kata Herawati saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).
Selain sistem imun menurun kecepatan regenerasi sel juga menurun dan tidak secepat di saat muda. Kualitas berbagai organ, tulang, hingga otot juga tidak sebagus saat muda dulu.
“Iya bisa saja [karena regenerasi menurun],” kata Herawati.
Pemerintah mencatat jumkah korban meninggal dunia akibat virus corona atau covid-19 di Indonesia bukan berusia 60 tahun ke atas.
Justru usia yang masih produktif masuk dalam jumlah kasus yang paling banyak meninggal. Padahal, selama ini diketahui jika virus ini rentan menyerang usia lansia dan potensi meninggal dunia pada usia lansia juga cukup tinggi.
Menurut juru bicara Penangangan Virus Corona Achmad Yurianto, kasus meninggal tersebut paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 30-59 tahun, yakni sebanyak 364 orang, selanjutnya kedua terbanyak adalah pada rentang usia 60-79 tahun sebanyak 311 orang dan diatas 80 tahun sebanyak 28 orang.
Selain itu ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.
Data tersebut berdasarkan pengumuman yang disampaikan pada 29 April 2020 dalam konferensi pers soal covid-19 di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan data pada 30 April 2020, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per Kamis (30/4) menyentuh angka 10.118 setelah ada penambahan 347.
Pasien yang dinyatakan sembuh naik menjadi 1.522 setelah penambahan sebanyak 131 orang.




