Parni Hadi Beri Pesan Penting untuk 32 Tahun Dompet Dhuafa

Inisiator Dompet Dhuafa, Parni Hadi (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Inisiator Dompet Dhuafa Parni Hadi memberikan pesan penting dalam peringatan 32 tahun Dompet Dhuafa. Dia menyampaikan pandangan mendalam mengenai arah dan nilai-nilai dasar lembaga filantropi berdiri sejak 1993.

Parni menekankan pentingnya menjaga tiga prinsip utama yang menjadi jati diri Dompet Dhuafa, yakni independen, non-partisan, dan tidak terikat massa tertentu. Menurutnya, DD harus tetap menjadi lembaga Islam Wasathiyah (moderat) yang terbuka dan menjadikan semua pihak, termasuk pemerintah, sebagai mitra ibadah, bukan sebagai alat politik.

“Saya selalu katakan, ini semua berkat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Tanpa kepentingan pribadi,” kata Parni dalam diskusi “Dompet Dhuafa Goes Communal Industry” di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Era Industri Komunal dan Filantropreneurship

Memasuki usianya yang ke-32, Parni menyebut Dompet Dhuafa telah memasuki era transformasi mindset menuju industri komunal. Salah satu contohnya adalah pengembangan pabrik pengolahan nanas di Subang, yang dikelola masyarakat penerima manfaat. Parni menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata dari “Communal Industry”, yaitu industri milik bersama yang membangkitkan ekonomi lokal.

“Ini bukan sekadar program, tapi perubahan pola pikir. Dari pola pikir rumah ke pola pikir pabrik. Perlu disiplin kualitas, disiplin waktu, presisi teknologi,” ungkapnya.

Parni juga memperkenalkan konsep baru bernama “Filantropreneur”, gabungan antara filantropi dan kewirausahaan, yang akan menjadi arah baru DD ke depan. Menurutnya, pendekatan ini akan menguatkan keberlanjutan lembaga, sekaligus memberdayakan lebih banyak masyarakat secara produktif dan mandiri.

Dompet Dhuafa dan Media: Tak Terpisahkan

Dalam kesempatan tersebut, Parni juga mengenang awal berdirinya Dompet Dhuafa yang tidak lepas dari peran media massa. Sebagai mantan Pemimpin Redaksi, ia menegaskan pentingnya komunikasi publik dan peran media dalam memperkuat lembaga sosial.

“Dompet Dhuafa lahir dari rahim media massa. Tanpa media, DD tidak akan tumbuh seperti sekarang. Kita harus akui itu,” ujarnya.

Sebagai penutup, Parni menyerahkan tongkat estafet kepada generasi penerus untuk terus menjaga integritas, membangun roadmap yang berkelanjutan, dan melanjutkan perjuangan sosial berbasis budaya dan nilai-nilai profetik.

“Kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus bingung. Karena orang yang tidak pernah bingung, tidak pernah berpikir,” katanya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here