GAZA – PBB mengatakan bahwa tidak ada konvoi bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza utara sejak 23 Januari dan membuat krisis kemanusiaan semakin besar disana.
“Rekan-rekan dari Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) mengingatkan kita bahwa tidak ada konvoi kemanusiaan yang mampu mencapai bagian utara Jalur Gaza sejak 23 Januari,” ungkap Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dujarric mengatakan UNRWA memiliki persediaan makanan di perbatasan dengan Gaza yang mampu memenuhi kebutuhan 2,2 juta orang di seluruh Jalur Gaza, namun diperlukan lebih banyak titik masuk dan rute aman ke Gaza.
“Hampir 1.000 truk yang membawa 15.000 metrik ton makanan berada di Mesir siap berangkat,” tambahnya.
Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, menewaskan hampir 30.000 orang dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini telah terbunuh.
Perang Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.





