GARUT (KBK) – Dompet Dhuafa mulai melaksanakan recoveri setelah bencana banjir bandang yang menimpa Garut pada September yang lalu. Bencana ini telah menyebabkan banyak kerugian materil bagi masyarakat.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, data pengungsi yang terdampak banjir bandang berjumlah 787 KK (2.525 jiwa) dan data rumah rusak berjumlah 2.529 unit dengan rincian 830 rusak berat, 473 rusak sedang, dan 1.226 rusak ringan.
Direktur Resource and Mobilization Dompet Dhuafa Bambang Suherman, hadir di Garut melakukan peletakan batu pertama Rumah Rakyat Ramah Lingkungan (Rural) untuk para korban bencana. Bambang didampingi Wakil Bupati Garut, Camat dan jajaran Muspika setempat, Jumat (9/12/2016).
“Konsep bangunan rumah ramah lingkungan ini nantinya akan dilengkapi oleh biodigester untuk mengelola limbah biologis menjadi gas,” ungkap Asep Beni, Manager Recovery Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa pada KBK, Jumat (9/12/2016).
Recovery tahap pertama dilaksanakan di daerah Lengkong Jaya, Garut. Meski hujan lebat, masyarakat tetap antusias mengikuti seremoni peletakan batu pertama tersebut.





