TANAH DATAR – Pencarian korban banjir lahar di Tanah Datar, Sumatera Barat resmi dihentikan setelah 28 hari pencarian dan masih ada sepuluh warga yang dinyatakan hilang.
Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Eka Putra menyampaikan bahwa keluarga para korban yang hilang ikhlas jika pencarian dihentikan setelah tim berupaya maksimal.
“Hingga masa tanggap darurat berakhir hari ini masih ada 10 korban hilang yang belum ditemukan. Keluarga telah mengikhlaskan,” katanya di Batusangkar, Sabtu.
Ia mengatakan tim dari Basarnas, PMI dan TNI telah melakukan upaya pencarian selama 28 hari atau dalam masa tanggap darurat 14 hari yang diperpanjang 14 hari berikutnya.
Pencarian dilakukan di area yang terus diperluas ke kabupaten/kota tetangga bahkan hingga batas Provinsi Riau. Namun, belum membuahkan hasil hingga masa pencarian dihentikan bersamaan dengan berakhirnya masa tanggap darurat.
“Saya mewakili keluarga korban dan masyarakat Tanah Datar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan Basarnas yang selama lebih kurang satu bulan menjalankan tugas kemanusiaan di sini,” ujarnya.





