SUDAH kodratnya mahluk hidup termasuk manusia, penyakit ikut bertambah mengikuti pertambahan usia, jadi yang penting tetap jaga pola hidup dan berfikir sehat agar risiko penyakit bisa ditekan.
Dikutip dari laporan Web MD, manusia mencapai puncak fungsi organ-organ tubuhnya pada usia 30 tahun, selanjutnya, secara berlahan-lahan akan mengalami penurunan fungsi kerjanya .
Seberapa cepat proses penurunan fungsi organ tubuh, berbeda bagi tiap orang, sangat tergantung pada kesehatan, riwayat medis, dan genetika masing-masing.
Kita sering mendengar atau mugkin menyaksikan, orang-orang terkasih, keluarga, kerabat, sahabat atau tetangga, meninggal mendadak sehingga membuat schock dan sulit menerima kenyataan itu.
“Almarhum sebelumnya sehat-sehat saja, tidak punya penyakit,” tutur orang terdekat yang ditinggalkan, padahal, setiap kematian, secara medis bisa dilacak penyebabnya, juga kaum lansia di mana tubuh kesulitan memulihkan diri setelah terserang suatu penyakit.
Di atas usia 30 tahun, fungsi organ-organ tubuh mengalami penurunan sehingga metabolisme tubuh tidak lagi maksimal. Kekuatan tubuh, kesehatan, kemampuan organ vital dan bagian tubuh lain umumnya akan menurun.
Marie Bernard, MD, wakil direktur National Institute on Aging, mengatakan, penuaan adalah proses yang sangat halus dan hening. Saking heningnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa proses itu tengah berjalan di dalam dirinya.
Tanda-tanda fisiknya bisa diawali dengan munculnya uban. Perubahan juga terjadi pada tubuh, mungkin pinggang melebar dan merasa kaku ketika bangun pagi.
Organ tubuh yang mengalami penurunan fungsi signifikan:
- Jantung
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dan arteri menjadi lebih kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah jantung lainnya.
Untuk membantu jantung bekerja secara optimal, disarankan agar tetap aktif, baik berjalan, berlari, berenang, atau olahraga ringan lain dan juga menjaga berat badan agar tekanan darah terkontrl.
Selain itu, disarakan makan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan jantung, hindari stress dan tidur yang cukup antara tujuh dan delapan jam setiap malam.
- Kulit
Dibandingkan ketika berusia 20-an, kulit akan terasa lebih kering dan kenyal akibat produksi minyak di kulit menurun seiring pertambahan usia. Bertambah usia, orang juga juga kehilangan beberapa jaringan lemak di bawah kulit, juga lebih jarang berkeringat.
Jangan heran jika kulit keriput, muncul bintik-bintik penuaan yang bisa dikurangi dengan mengenakan tabir surya setiap kali berada di luar ruangan.
- Penglihatan dan pendengaran
Sulit melihat dengan fokus pada objek yang dekat dan sulit beradaptasi dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba adalah tanda-tanda penurunan fungsi penglihatan.
Orang juga akan mengalami penurunan fungsi pendengaran ditandai dengan kesulitan mendengar atau sulit mengikuti percakapan di keramaian.
Disarankan untuk mengenakan kacamata hitam guna melindungi mata saat di luar ruangan, juga penyumbat telinga untuk melindungi atau memblokir suara keras.
- Gigi dan gusi
Biasanya perubahannya adalah gusi agak tertarik ke luar, gigi pun mengikuti. Mulut Anda juga lebih mudah terasa kering, apalagi jika habis mengonsumsi obat tertentu.
Kondisi ini memperbesar risiko kerusakan dan infeksi gigi. Jadi, rajinlah membersihkan gigi untuk menyingkirkan sisa makanan dari sela-sela gigi.
- Tulang
Pada usia 40-an dan 50-an, tulang mulai melemah karena kepadatannya berkurang sehingga meningkatkan risiko patah tulang.
Sebagian orang bahkan terlihat lebih pendek karena bantalan tulang belakang menyusut. Sendi juga mungkin terasa lebih kaku, sedangkan cairan dan tulang rawan yang melapisi sendi berkurang seiring bertambahnya usia.
Saat jaringan di antara persendian rusak, bisa terjadi radang sendi. Untuk mengurangi dampaknya, pastikan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D yang sangat penting untuk kesehatan tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kekuatan tulang.
- Saluran kemih
Kesulitan mengontrol kandung kemih (inkontinensia) dialami sekitar 10 persen manusia di atas usia 65 tahun, orang erring mengalami kesulitan mengontrol kandung kemih.
Bisa jadi urine keluar hanya karena batuk atau bersin. Tapi sebagian besar mengalami kebocoran dalam perajalanan menuju kamar mandi. Hindari kafein, alkohol, soda, dan makanan tinggi asam. Latihan kegel dapat mengencangkan otot-otot dasar panggul dan dapat membantu mengontrol kandung kemih.
- Otot
Seiring bertambahnya usia, orang kehilangan massa otot. Kondisi itu bisa menyebabkan kelemahan dan aktivitas berkurang. Lakukan olahraga ringan setiap hari, seperti jalan cepat atau angkat beban.
Lahraga akan membantu menjaga kekuatan dan fungsi otot. Makan banyak buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak seperti ikan dan ayam, jauhi gula dan makanan yang tinggi lemak jenuh. Mulailah makan dalam porsi kecil.
- Organ seksual
Para wanita akan mengalami menopouse yang menyebabkan vagina lebih kering, lebih tipis, dan kurang elastis. Payudara juga kehilangan jaringan dan lemak dan bisa tampak lebih kecil. Adapun pria akan mengalami kesulitan ereksi.
Penyakit berdatangan
Sejumlah penyakit atau gangguan kesehatan mungkin akan muncul pada seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun.
Sejumlah penyakit ini berkaitan dengan beberapa bagian tubuh, seperti alat reproduksi, ginjal, sendi tulang, saluran pencernaan, serta kejiwaan.
Hal tersebut berkaitan dengan menurunannya kemampuan metabolisme dan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya rutin mengecek kesehatan ke fasilitas kesehatan secara rutin.
Berikut penyakit yang bakal muncul pada seseorang berusia 40 tahun ke atas:
- Kandung kemih terlalu aktif Penyakit bernama kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder (OAB) mungkin bakal diderita oleh orang berusia 40 tahunan.
OAB adalah kondisi ketika kandung kemih memproduksi terlalu banyak urine. Sehingga, seseorang bakal sering buang air atau frekuensi ke toilet menjadi lebih rutin dibandingkan sebelumnya.
Meskipun kandung kemih terlalu aktif (OAB) dapat terjadi pada semua usia, penyakit ini paling banyak menyerang orang dewasa paruh baya.
- Batu ginjal Seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun berpotensi lebih tinggi terkena penyakit batu ginjal yang merupakan kondisi terjadinya penumpukan mineral tertentu yang kemudian terkumpul seperti batu.
Penyakit batu ginjal lebih sering terjadi pada laki-laki, meski bisa juga terjadi pada perempuan.
- Infeksi saluran kemih pada laki-laki dan perempuan di atas usia 40 tahun mempunyai kemungkinan infeksi saluran kemih atau genitourinari.
Pada perempuan, peningkatan potensi tersebut disebabkan oleh penipisan dinding vagina dan perubahan pH vagina yang menyertai penuaan, sedangkan pada laki-laki, terjadi pembesaran prostat atau kelenjar sistem reproduksi.
- Alergi makanan ternyata tidak hanya berkembang ketika seseorang masih berusia kanak-kanak, melainkan juga pada orang dewasa.
Kerang dan kacang-kacangan merupakan beberapa dari sekian banyak penyebab alergi makanan pada orang dewasa. Hal itu terjadi karena adanya penggunaan antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seiring bertambahnya usia yang dapat mengganggu saluran pencernaan.
- Osteoartritis Peradangan kronis pada sendi atau osteoartritis berisiko lebih tinggi dialami orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas.
Nantinya, jaringan ikat yang bertindak sebagai bantalan antar sendi terkikis, sehingga timbul rasa sakit dan ketidaknyamanan. Pola makan yang sehat dan seimbang serta olahraga menahan beban dapat membantu mencegahnya.
- Hipertensi
Seseorang berusia 40 tahun ke atas memiliki potensi lebih besar mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Jika tidak segera ditangani, hipertensi akan memicu sejumlah komplikasi yang cukup parah, seperti penyakit jantung dan stroke.
Adapun hipertensi tersebut terjadi berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup seseorang yang tidak sehat.
- Disfungsi ereksi
Seseorang akan mengalami kesulitan untuk ereksi atau mempertahankannya dalam waktu cukup lama seiring bertambahnya usia.
Seringkali hal ini disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti obesitas, hipertensi, atau sindrom metabolik, yang semuanya dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke penis.
- Kanker kulit
Seiring bertambahnya usia, seperti menginjak 40 tahun, daya tahan atau imunitas tubuh berkurang sehingga dapat meningkatkan sejumlah penyakit seperti kanker kulit.
Kanker kulit atau melanoma ini muncul karena seseorang terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Seseorang dapat memeriksa tahi lalat untuk mengetahui adanya perubahan dan perlu mewaspadainya. Hal itu karena tahi lalat dapat menjadi faktor risiko melanoma.
- Gejala perimenopause Pada pertengahan usia 40 tahunan, seorang wanita akan mulai mengalami kondisi yang disebut sebagai gejala perimenopause.
Meskipun perimenopause bukanlah suatu penyakit, gejalanya akan cukup mengganggu, seperti rasa panas, menstruasi tidak teratur, dan pendarahan hebat. Hal tersebut karena kadar testosteron menurun sebagai bagian dari perubahan hormonal yang terjadi pada perimenopause.
- Depresi atau kecemasan
Seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas, memiliki risiko tinggi mengalami depresi atau kecemasan. Dilansir dari AustralianUnity, haitu berkaitan dengan kondisi hormon tubuh dan juga perjalanan hidup seseorang.
Oleh karena itu, kepedulian anak terhadap orangtuanya menjadi penting dalam mencegah masalah kesehatan mental tersebut.
Membuka diri dengan berbicara kepada rekan atau teman juga dapat meredakan gejalanya. Jika perlu, mencari profesional agar permasalahan mental bisa diatasi.
Usia tidak bisa dilawan. Jalani pola hidup sehat dengan makan bergizi dan secukupnya, istirahat cukup, tetap bergerak atau berolahraga, pererat silaturrahmi, bersikap legowo dan hindari stress.
Last but not least, tetap semangat dan terus berkarya demi kemaslahatan bagi orang banyak, perbanyak silaturrahmi, amal dan kebajikan karena sesungguhnya, kematian adalah misteri, hak prerogatif dan kuasa Allah!
Penyakit berdatangan
Sejumlah penyakit atau gangguan kesehatan mungkin akan muncul pada seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun.
Sejumlah penyakit ini berkaitan dengan beberapa bagian tubuh, seperti alat reproduksi, ginjal, sendi tulang, saluran pencernaan, serta kejiwaan.
Hal tersebut berkaitan dengan menurunannya kemampuan metabolisme dan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya rutin mengecek kesehatan ke fasilitas kesehatan secara rutin.
Berikut penyakit yang bakal muncul pada seseorang berusia 40 tahun ke atas:
- Kandung kemih terlalu aktif Penyakit bernama kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder (OAB) mungkin bakal diderita oleh orang berusia 40 tahunan.
OAB adalah kondisi ketika kandung kemih memproduksi terlalu banyak urine. Sehingga, seseorang bakal sering buang air atau frekuensi ke toilet menjadi lebih rutin dibandingkan sebelumnya.
Meskipun kandung kemih terlalu aktif (OAB) dapat terjadi pada semua usia, penyakit ini paling banyak menyerang orang dewasa paruh baya.
- Batu ginjal Seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun berpotensi lebih tinggi terkena penyakit batu ginjal yang merupakan kondisi terjadinya penumpukan mineral tertentu yang kemudian terkumpul seperti batu.
Penyakit batu ginjal lebih sering terjadi pada laki-laki, meski bisa juga terjadi pada perempuan.
- Infeksi saluran kemih pada laki-laki dan perempuan di atas usia 40 tahun mempunyai kemungkinan infeksi saluran kemih atau genitourinari.
Pada perempuan, peningkatan potensi tersebut disebabkan oleh penipisan dinding vagina dan perubahan pH vagina yang menyertai penuaan, sedangkan pada laki-laki, terjadi pembesaran prostat atau kelenjar sistem reproduksi.
- Alergi makanan ternyata tidak hanya berkembang ketika seseorang masih berusia kanak-kanak, melainkan juga pada orang dewasa.
Kerang dan kacang-kacangan merupakan beberapa dari sekian banyak penyebab alergi makanan pada orang dewasa. Hal itu terjadi karena adanya penggunaan antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seiring bertambahnya usia yang dapat mengganggu saluran pencernaan.
- Osteoartritis Peradangan kronis pada sendi atau osteoartritis berisiko lebih tinggi dialami orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas.
Nantinya, jaringan ikat yang bertindak sebagai bantalan antar sendi terkikis, sehingga timbul rasa sakit dan ketidaknyamanan. Pola makan yang sehat dan seimbang serta olahraga menahan beban dapat membantu mencegahnya.
- Hipertensi Seseorang berusia 40 tahun ke atas memiliki potensi lebih besar mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Jika tidak segera ditangani, hipertensi akan memicu sejumlah komplikasi yang cukup parah, seperti penyakit jantung dan stroke.
Adapun hipertensi tersebut terjadi berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup seseorang yang tidak sehat.
- Disfungsi ereksi
Seseorang akan mengalami kesulitan untuk ereksi atau mempertahankannya dalam waktu cukup lama seiring bertambahnya usia.
Seringkali hal ini disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti obesitas, hipertensi, atau sindrom metabolik, yang semuanya dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke penis.
- Kanker kulit
Seiring bertambahnya usia, seperti menginjak 40 tahun, daya tahan atau imunitas tubuh berkurang sehingga dapat meningkatkan sejumlah penyakit seperti kanker kulit.
Kanker kulit atau melanoma ini muncul karena seseorang terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Seseorang dapat memeriksa tahi lalat untuk mengetahui adanya perubahan dan perlu mewaspadainya. Hal itu karena tahi lalat dapat menjadi faktor risiko melanoma.
- Gejala perimenopause Pada pertengahan usia 40 tahunan, seorang wanita akan mulai mengalami kondisi yang disebut sebagai gejala perimenopause.
Meskipun perimenopause bukanlah suatu penyakit, gejalanya akan cukup mengganggu, seperti rasa panas, menstruasi tidak teratur, dan pendarahan hebat. Hal tersebut karena kadar testosteron menurun sebagai bagian dari perubahan hormonal yang terjadi pada perimenopause.
- Depresi atau kecemasan
Seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas, memiliki risiko tinggi mengalami depresi atau kecemasan. Dilansir dari AustralianUnity, haitu berkaitan dengan kondisi hormon tubuh dan juga perjalanan hidup seseorang.
Oleh karena itu, kepedulian anak terhadap orangtuanya menjadi penting dalam mencegah masalah kesehatan mental tersebut.
Membuka diri dengan berbicara kepada rekan atau teman juga dapat meredakan gejalanya. Jika perlu, mencari profesional agar permasalahan mental bisa diatasi.
Usia tidak bisa dilawan. Jalani pola hidup sehat dengan makan bergizi dan secukupnya, istirahat cukup, tetap bergerak atau berolahraga, pererat silaturrahmi, bersikap legowo dan hindari stress.
Last but not least, tetap semangat dan terus berkarya demi kemaslahatan bagi orang banyak, perbanyak silaturrahmi, amal dan kebajikan untuk tabungan di alam sana nanti karena sesungguhnya, kematian adalah misteri, hak prerogatif dan kuasa Allah!





