
MILITER Iran seperti dilaporkan AFP di hari ke-17 perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel , Senin (16/3) mengerahkan drone dan rudal-rudal balistik berhulu ledak di atas satu ton untuk menyerang Israel, fasilitas energi di kawasan Teluk, dan target lain di wilayah Timur Tengah.
Selain drone-drone kamikaze (lotering amunition) andalannya yakni Shahed-136 yang juga digunakan Rusia dalam perang dengan Ukraina, drone Mohazer-10, Iran juga mulai menggunakan rudal-rudal balistiik berkecepatan hipersonik, mengangkut di atas satu ton hulu ledak, berjangkauan 2.000 km.
Dilaporkan oleh Press TV Iran, Iran mulai menggunakan rudal balistik Sejjil yang menggunakan bahan bakar padat sehingga lebih sulir dideteksi dan dicegat di udara, selain rudal-rudal berhulu ledak di atas satu ton seperti Khoramshar, Kheybar, Qadr dann Emad.
Wartawan AFP melaporkan, terdengar ledakan di Manama, ibu kota Bahrain, Minggu (15/3). Asap hitam juga terlihat mengepul dari terminal minyak utama di kota pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).
Sementara itu, sumber keamanan menyebutkan, Kedubes AS di Irak turut dihantam oleh drone. Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan, AS akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
“AS bakal membombardir garis pantai secara besar-besaran, dan terus menenggelamkan kapal-kapal Iran,” tulisnya. Dilaporkan, sekitar 50-an kapal perang Iran sebagian penyebar ranjau telah dihancurkan oleh drone-drone AS. Iran membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran kapala tanker kecuali milik AS dan Israel.
Trump serukan negara lain kirim kapal perang
Sementara itu Presiden AS Donald Trump menyerukan negara-negara lain mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz, guna mengamankan alur pelayaran seperlima tanker-tanker pengangkut minyak global diserang Iran.
Tujuannya, untuk membantu menjaga jalur pelayaran krusial itu tetap terbuka di tengah ancaman serangan Teheran yang membuatnya hampir terblokade total.
Seruan itu disampaikan Trump melalui medsos , ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah srangan gabungan AS-Israel ke Iran sejak 28 Feb lalu.
“Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengerahkan kapal perang, bersama dengan AS untuk menjaga agar selat tetap terbuka dan aman,” tulis Trump.
Ia juga secara khusus menyebut beberapa negara besar yang dinilai bergantung pada jalur tersebut. “Semoga China, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh pembatasan buatan ini, akan mengirimkan kapal ke sana,” tambahnya.
Serangan dan ancaman dari Iran dalam beberapa waktu terakhir hampir menghentikan aktivitas pelayaran di kawasan itu. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak hingga 40 persen dan menimbulkan guncangan terhadap ekonomi global.
Kedubes As di Irak dihantam drone
Sementara itu, sumber keamanan menyebutkan bahwa Kedutaan Besar AS di Irak turut dihantam oleh drone. Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan bahwa AS akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
AS bakal membombardir garis pantai secara besar-besaran, dan terus menenggelamkan kapal-kapal Iran,” tulisnya.
Pasukan AS, Jumat (13/3) dilaporkan menyerang Pulau Kharg di Iran, lokasi yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut. Menurut Trump, serangan itu menghancurkan setiap target militer tanpa merusak fasilitas energi.
Meski demikian, Teheran membantah klaim Trump bahwa kemampuan militernya 100 persen telah hancur, meskipun Iran mengalami pemboman berat sejak pasukan AS dan Israel melancarkan serangan 28 Februari 2026.
Sebaliknya pemerintah Iran menyatakan, perusahaan minyak dan energi yang terkait dengan “Negeri Paman Sam” akan dijadikan tumpukan abu jika serangan terhadap sektor energinya terjadi.
Menurut angka Kementerian Kesehatan Iran yang belum dapat diverifikasi secara independen, lebih dari 1.200 orang tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, Badan Pengungsi PBB melaporkan hingga 3,2 juta orang mengungsi di Iran, sebagian besar hengkang dari ibu kota dan kota-kota besar lain untuk mencari tempat lebih aman.
Adapun Pentagon menyebut lebih dari 15.000 target di Iran telah dihantam oleh pasukan AS dan Israel.
Media AS juga melaporkan, Pentagon telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli bersama sekitar 2.500 personel Marinir ke kawasan itu. Satu pertada, serangan darat akan segera dimulai
Memasuki minggu ketiga konflik terbuka, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menaikkan tensi pertempuran dengan mengerahkan salah satu aset paling mematikan dalam inventaris mereka, yakni rudal balistik strategis Sejjil.
Peluncuran yang dilakukan mulai Minggu (15/3) menandai gelombang serangan ke-54 dalam rangkaian Operation True Promise 4.
Langkah ini bukan sekadar serangan balasan biasa, melainkan sebuah pernyataan teknologi yang ditujukan langsung ke jantung pertahanan udara koalisi AS-Israel.
Berbeda dengan seri Shahab yang merupakan pendahulunya, Sejjil membawa perubahan paradigma dalam doktrin rudal Iran. Penggunaan bahan bakar padat (solid propellant) adalah kunci utama mengapa rudal ini sangat ditakuti.
Secara teknis, rudal berbahan bakar cair membutuhkan waktu lama untuk pengisian bahan bakar sebelum peluncuran, menjadikannya target empuk bagi serangan pre-emptive musuh.
Sebaliknya, Sejjil dengan bahan bakar padat dapat disimpan dalam kondisi siap tembak. “Desain propelan padatnya memberikan keunggulan strategis. Ini memungkinkan waktu persiapan dan peluncuran yang lebih cepat dibandingkan sistem berbahan cair,” tulis laporan Hindustan Times.
Menjangkau Tel Aviv dalam waktu tujuh menit dengan jangkauan mencapai 2.000 kilometer, Sejjil mampu menghantam seluruh wilayah Israel hingga ke Eropa Tenggara.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan bagi sistem pertahanan udara seperti Iron Dome atau Arrow adalah kecepatan dan kemampuan manuvernya. Dikutip dari Euronews, rudal ini diperkirakan hanya membutuhkan waktu tujuh menit untuk mencapai Tel Aviv jika diluncurkan dari Iran bagian tengah.
Kemampuannya untuk dikendalikan di semua tahap penerbangan membuatnya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan konvensional.
Rudal Sejjil adalah keluarga rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang dikembangkan secara domestik oleh Iran ( https://www.iranwatch.org/)
Sementara itu, perang media untuk menjatuhkan moril lawan juga berlangsung seru. PM Israel Benjamin Netanyahu mengunggah sebuah video singkat menanggapi rumor di media sosial bahwa dirinya telah tewas, Minggu (15/3).
“Aku mati karena kopi,” katanya dalam video yang diunggah di akun X pribadinya, dikutip dari AFP. Ia tampak menerima secangkir kopi panas di sebuah kafe, sambil menggunakan ungkapan bahasa Ibrani sehari-hari yang berarti mencintai sesuatu sampai mati.
Netanyahu kemudian mengangkat kedua tangannya ke arah kamera dan bertanya. “Apakah kalian ingin menghitung jumlah jari saya?” ujarnya.
Pertanyaan ini merupakan sindiran terhadap spekulasi kematiannya di media sosial menyusul pidato terbarunya di televisi dihasilkan oleh AI karena ia tampak memiliki enam jari di salah satu tangannya.
Ia pun mendesak warga Israel untuk menghormati instruksi keselamatan jika terjadi serangan roket. “Ketahanan mereka memberi kekuatan kepada saya, kepada pemerintah, kepada tentara, kepada Mossad,” jelas dia.
“Kami sedang melakukan hal-hal yang belum bisa saya bagikan saat ini, tetapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon,” tambahnya.
PM Netanyahu dalam kondisi baik
Kantor PM Israel menyatakan bahwa Netanyahu berada dalam kondisi baik. Seorang koresponden dari Anadolu Agency sempat menanyakan langsung kepada kantor tersebut mengenai klaim yang semakin ramai di media sosial bahwa Netanyahu telah tewas terbunuh.
Pihak kantor Perdana Menteri menepis isu itu dengan mengatakan bahwa kabar tersebut tidaklah benar.
“ini berita bohong, PMNetanyahu baik-baik saja,” tulis keterangan Kantor PM Israel. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Minggu mengancam akan membunuh Netanyahu di tengah perang yang masih berkecamuk.
“Jika penjahat yang membunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejarnya dan membunuhnya dengan seluruh kekuatan kami,” bunyi pernyataan IRGC.
Di tengah suasana duka akibat tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan puluhan pejabat teras milier lainya di hari pertama serangan AS dan Israel, lumpuhnya kekuatan laut dan matra udara Iran, serangan-serangan rudal balistiknya masih menggigit dan menebar teror di kawasan. (AFP/kompas.com/ns)




