
Jakarta, KBKNews.id — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) secara resmi menjadi salah satu pemegang saham Citicore Renewable Energy Corporation (CREC). Ia merupakan perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina.
Kepemilikan saham tersebut telah dicatatkan di Philippine Stock Exchange (PSE) pada 13 Januari 2026. Keputusan ini menandai langkah strategis Pertamina dalam memperluas portofolio energi bersih di tingkat regional.
Investasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pertamina NRE untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi di Asia Tenggara.
Investasi Strategis Senilai 120 Juta USD
Pertamina NRE mengakuisisi sekitar 20 persen saham CREC dengan nilai investasi mencapai 120 juta USD. Langkah ini menempatkan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut sebagai salah satu investor penting di perusahaan energi terbarukan terbesar di Filipina.
Pelaksana tugas Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan investasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas kontribusi pada pengembangan energi bersih. Baik di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
“Dengan menjadi pemegang saham perusahaan energi terbarukan terkemuka di Filipina, Pertamina NRE tidak hanya memperkuat posisi di tingkat nasional, tetapi juga regional. Ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan mempererat kolaborasi di ASEAN,” ujar Rika dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas energi terbarukan yang dikelola perusahaan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Buka Peluang Transfer Teknologi dan Kolaborasi
Selain potensi keuntungan finansial, kemitraan ini juga membuka ruang kerja sama teknis dan pengembangan proyek energi bersih. Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprodjo, mengatakan investasi tersebut akan memberikan manfaat strategis, terutama dalam memperkuat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Ia menekankan kemitraan ini memungkinkan Pertamina NRE mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan energi terbarukan.
“Kami melihat peluang besar untuk menyerap pengalaman dan teknologi dari CREC, sekaligus memperluas kerja sama dalam pengembangan proyek PLTS di Indonesia,” kata Eri.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong:
- Transfer teknologi energi terbarukan
- Peningkatan kapasitas teknis dan operasional
- Pengembangan proyek energi bersih di Indonesia dan Asia Tenggara
- Penguatan portofolio pembangkit listrik tenaga surya nasional
CREC Targetkan Kapasitas 5 GW pada 2029
Citicore Renewable Energy Corporation merupakan salah satu pemain utama energi bersih di Filipina, khususnya dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut memiliki kapasitas terpasang bruto sebesar 596 megawatt peak (MWp).
Ke depan, CREC menargetkan ekspansi agresif dengan sasaran kapasitas mencapai 5 gigawatt (GW) pada 2029, sejalan dengan agenda pengurangan emisi karbon dan penguatan energi berkelanjutan.
Presiden sekaligus CEO CREC, Oliver Y. Tan, menyambut positif masuknya Pertamina NRE sebagai investor strategis. Ia menilai kolaborasi ini akan memperkuat pengembangan energi terbarukan di kawasan.
“Kemitraan ini menggabungkan keahlian dan pengalaman kedua perusahaan dalam energi bersih. Kami optimistis kerja sama ini dapat mempercepat transisi energi di Filipina, Indonesia, dan kawasan ASEAN,” ujarnya.
Perkuat Posisi Pertamina dalam Transisi Energi
Masuknya Pertamina NRE sebagai pemegang saham CREC menegaskan strategi transformasi Pertamina menuju perusahaan energi yang lebih berkelanjutan. Dengan memperluas investasi di sektor energi terbarukan, Pertamina tidak hanya meningkatkan portofolio bisnisnya, tetapi juga memperkuat kontribusi dalam mendukung target transisi energi nasional dan regional.
Kemitraan lintas negara ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mempercepat pengembangan energi bersih, sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara.




