JEPANG – Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi berjanji lebih meningkatkan transparansi kinerja pemerintah dalam menngani krisis etnis minoritas Rohingya.
“Saya siap mengakui bahwa kami memiliki berbagai tantangan, terutama soal Rakhine dan perdamaian,” ucap Suu Kyi, dalam sebuah pidato di hadapan sejumlah pebisnis asal Jepang, dikutip AFP.
Dia juga mengatakan pihaknya tidak mau menyembunyikan fakta tentang rohingya.
“Kami menyadari bahwa perdamaian, rekonsiliasi, harmoni, stabilitas, aturan hukum, hak asasi manusia, semua hal ini harus dipertimbangkan jika kami ingin mengundang banyak investor dan untuk menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi,” ungkap Suu Kyi.
“Kami ingin sangat terbuka dan transparan kepada sahabat-sahabat kami. Jika Anda semua punya kekhawatiran, jangan khawatir, silakan diskusikan dengan kami,” tandasnya.





