Perundingan AS-Iran di Pakistan Gagal, Gencatan Senjata Terancam Berakhir 22 April

JAKARTA, KBKNEWS.id – Perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026) dini hari.

Kegagalan ini memunculkan ketidakpastian terhadap kelanjutan gencatan senjata sementara yang dijadwalkan berakhir pada 22 April mendatang.

Kedua pihak saling menyalahkan atas buntu-nya negosiasi. Hingga kini belum ada kepastian apakah perundingan akan dilanjutkan. Presiden AS Donald Trump bahkan kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, memperkeruh situasi.

Meski demikian, kegagalan ini belum tentu menandai kembalinya perang secara langsung. Namun, kondisi tersebut menunjukkan kuatnya perbedaan posisi setelah konflik selama 40 hari yang menyebabkan kerusakan besar di Iran, mengguncang kawasan, serta berdampak pada ekonomi global.

Dalam perundingan tersebut, Amerika Serikat mengajukan rencana 15 poin yang mencakup penghentian program nuklir dan rudal Iran serta dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan. Selain itu, AS juga mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup Iran, yang sempat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Di sisi lain, Iran menawarkan rencana tandingan 10 poin yang menekankan kendali atas Selat Hormuz, penghentian perang, perlindungan terhadap sekutunya seperti Hizbullah, serta tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat konflik.

Selama lebih dari 20 jam perundingan langsung, kedua pihak tidak menunjukkan kompromi berarti. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran gagal memberikan jaminan tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, Iran tetap bersikukuh bahwa program nuklirnya bertujuan sipil, meskipun pengayaan uranium yang dilakukan dinilai oleh para ahli sudah mendekati level untuk senjata.

Para negosiator kini telah kembali ke negara masing-masing untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya, sementara dunia menanti apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau konflik kembali memanas.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here