JAKARTA, KBKNEWS.id – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (8/4/2026).
Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang masih bertahan di luar rumah.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,8 tersebut menyebabkan puluhan rumah di Desa Lamahala dan Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, mengalami kerusakan. Warga pun memilih mengungsi karena khawatir akan gempa susulan.
Melalui jaringan relawan di wilayah Flores, DMC membuka layanan Pos Hangat di dua titik pengungsian, yakni di Desa Lamahala dan Desa Terong.
Kabag Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, Eka Suwandi, mengatakan Pos Hangat disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman para pengungsi selama berada di lokasi pengungsian.
Ia menjelaskan, di Desa Lamahala Jaya terdapat sekitar 70 kepala keluarga terdampak, sementara di Desa Terong mencapai 100 kepala keluarga. Selain memberikan layanan langsung, tim DMC juga terus memantau kondisi di lapangan serta bersiaga menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, gempa turut dirasakan hingga wilayah Lembata dengan intensitas III MMI atau getaran yang dirasakan seperti truk berlalu.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Kamis (10/4) pukul 05.40 WIB telah terjadi 48 kali gempa susulan. Gempa terbesar tercatat berkekuatan M 3,8 dengan lokasi di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena tidak menyebabkan deformasi signifikan pada dasar laut.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun kekuatannya diperkirakan semakin menurun.




