
INSIDEN kecil-kecilan pecah di Laut Arab saat jet tempur Siluman F-35C miliki Amerika SerikatĀ menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln, Selasa (13/2).
Drone Iran Shaheed 139, seperti dilaporkan ditembak jatuh saat berusaha mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln bernomor lambung CVN-72 di Laut Arab, Selasa (13/2).
Militer AS dalam laporannya menyebutkan, drone Iran sejak awal Ā “secara agresif” mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln, terbang menuju kapal induk “bertujuan tidak jelas”Ā sehingga F-35 terpaksa mengambil tindakan.
“Jet tempur F-35C dari USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal serta personel di dalamnya,” ujar juru bicaraĀ Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Kapten AL Tim Hawkins.
Sebaliknya, PerwakilanĀ Iran untukĀ PBB tidak berkomentar terkait ini, sedangkan kantor berita IranĀ Tasnim melaporkan, kehilangan kontak dengan sebuah drone di perairan intāl, namun penyebabnya belum diketahui.
Hawkins menambahkan tidak ada personel militer AS yang terluka dan tidak ada peralatan AS yang rusak dalam insiden tersebut.
Kelompok tempur kapal induk LincolnĀ memang telah dikerahkan Presiden Donald Trump ke Timur Tengah menyusul ancamannya menyerang TeheranĀ jika ogah berunding soal nuklir.
Rencana agresi militer AS ini juga sebagai respons terhadap demonstrasi berdarah yang terjadi di Iran sejak akhir Desember lalu dan telah menewaskan ribuan orang.
Iran melunak?
InsidenĀ penembakan drone ini terjadi di tengahĀ ketegangan AS dan Iran yang mulai melunak, di mana Trump membujuk TeheranĀ supaya mau berunding.
Presiden IranĀ Masoud PezeshkianĀ bahkan sudah setuju memulai dialog dengan AS meski tetap mewanti-wanti tiap serangan akan mendapat konsekuensi serius.
Selain penembakan drone, beberapa jam setelahnya pasukanĀ Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga dilaporkan mengganggu sebuah kapal niaga berbendera dan diawaki warga AS di Selat Hormuz
Situasi di Selat Hormuz kembali memanas setelah sejumlah kapal bersenjata milik Iran dilaporkan menghalangi sebuah kapal tanker berbendera AS, Selasa (3/2).
Meski sempat terhenti, kapal tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan.
Kapal tanker āMV Stena Imperativeā didekati tiga pasang perahu kecil bersenjata yang diyakini milik Garda Revolusi Iran saat melintasi jalur laut sekitar 30 km di sebelah utara Oman.
“Kapal tersebut kini dikawal oleh kapal perang AS,” kata perusahaan keamanan maritim Inggris, sebagaimana dikutip dari Euronews, Selasa.
Kapal Iran sempat mencoba hubungi tanker Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO), yang bertugas memantau ancaman pelayaran global, mengonfirmasi adanya insiden tersebut.
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam.Ā Berdasarkan laporan UKMTO, sejumlah kapal kecil bersenjata sempat beberapa kali mencoba menghubungi tanker tersebut melalui radio VHF.
Namun, kapal tanker itu memilih mengabaikan permintaan untuk berhenti dan terus berlayar sesuai rencana.
Dalam laporannya, UKMTO tidak merinci kewarganegaraan dari kapal-kapal kecil yang terlibat dalam aksi penghadangan tersebut.
Insiden-insiden kecil tersebut bisa jadi merupakan pancingan atau semacam ātest the waterā oleh pihak-pihak yang bertikai atau cuma ābumbu-bumbuā untuk konsumsi politik sebelum menuju ke meja perundingan.(CNNI/the Europe/ns)




