
PAKAR Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Yon Machmudi menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam KTT PBB yang membahas konflik Israel-Palestina menguatkan kredibilitas persatuan bangsa-bangsa itu.
Dalam KTT PBB yang digelar di Markas PBB di New York, Senin (22/9) dan diikuti sejumlah kepala negara dan lembaga internasional terkait solusi dua negara isu Palestina dan Israel itu Prabowo menyerukan berakhirnya kekerasan terutama terhadap warga sipil di Gaza.
Forum dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emanuel Macron dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Said. Presiden Prabowo mendapat giliran berbicara ke-lima setelah Presiden Brazil Luiz Inacio de Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump, setelah sebelumnya dibuka oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menlu Arab audi
Prabowo menyebutkan para peserta forum terdiri para kepala negara itu dengan bermartabat berkumpul untuk mengemban tanggungjawab sejarah, tak hanya berbicara tetang masalah Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan krediilitas PBB.
“Kami mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, dan Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap masalah solusi dua negara terkait isu Palestina, “ ujarnya.
Indonesia, lanjutnya, mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa. Oleh karena itu, Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina.
“Hanya solusi dua negara yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, “ seru Prabowo.
Namun, Indonesia juga menyatakan, setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel.
“Kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel, “ ujarnya.
“Deklarasi New York telah menyediakan jalan damai dan adil menuju perdamaian. Kenegaraan harus berarti perdamaian. Pengakuan harus berarti peluang nyata menuju perdamaian abadi. “Harus ada perdamaian sejati bagi semua pihak, “ tandas Prabowo.
Lebih lanjut, ia menegaskan, penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas utama dunia internasional.
Sekarang! Indonesia juga siap berkontribusi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.
“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” demikian Presiden RI. Prabowo juga dijadwalkan aka menyampaikan pidato di depan Sidang Umum PBB, Rabu (23/9) malam ini.




