Pidato Presiden Prabowo Subianto (sangat) menjanjikan

Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai presiden ke-8 RI bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rakyat tinggal menagih janji-janji kampanye dan yang disampaikan saat pelantikan hari ini (20/10).

PIDATO perdana Prabowo Subianto dalam acara pelantikan presiden ke-8 berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka cukup menjanjikan, sehingga memicu “standing ovation” membuat hadiri berdiri memberikan salut.

“Cita-cita kita, melihat wong cilik iso gemuyu, bisa senyum, bisa ketawa,” kata Prabowo dalam sidang MPR pelantikan Presiden-Wapres di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10)

Prabowo mengatakan, kekuasaan adalah milik rakyat dan atas seizin rakyat, sehingga sebagai seorang pemimpin, ia  haruslah mengutamakan kepentingan rakyat.

Setiap pemimpin dalam setiap tingkatan, lanjutnya,  harus selalu ingat pekerjaannya untuk rakyat. Ia bekerja bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kerabat dan untuk pemimpin, tetapi untuk rakyat.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, bangsa yang merdeka, rakyatnya juga harus merdeka dan harus bebas dari ketakutan dan bebas dari penderitaan.

“Kita harus mengerti dan sadar, bangsa merdeka adalah bangsa yang rakyatnya merdeka, bebas dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari penindasan dan bebas dari penderitaan,” serunnya.

Prabowo menyinggung berbagai hal, mulai dari potensi ancaman dan tantangan bagsa ke depan, upaya memerangi korupsi, mengajak konsolidasi seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita Pancasila dan UUD 1945, sampai janji untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ia juga menyebutkan, acara pelantikannya dihadiri 19 kepala negara dan 19 kepala pemerintah serta 15 utusan khusus negara-negara sahabat lainnya.

“Tokoh-tokoh dari negara sahabat ini terbang dari tempat yang jauh, di tengah kesibukan, di tengah banyak masalah yang dihadapi, mereka datang ke sini untuk menghormati bangsa dan rakyat Indonesia, “ ujarnya.

 Utamakan kepentingan rakyat

Pada bagian lain, Prabowo menyebutkan ia akan menjalankan kepemimpinan pemerintah RI, kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat, termasuk mereka yang tidak memilihnya.

“Kami akan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas segala golongan, di atas kepentingan pribadi kami, “ serunya. Tantangan, rintangan hambatan, dan ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika dan pergulatan dunia tidak ringan.

Untuk itu Pabowo juga mengajak segenap elemen bangsa agar berani mawas diri, menatap wajah sendiri, dan berani memperbaiki diri sendiri serta berani mengoreksi diri sendiri.

“Kita harus menghadapi kenyataan, masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, korupsi di negara kita. Ini  membahayakan masa depan kita dan masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita, “ serunya.

Untuk itu, Prabowo mengajak semua pihak berani mengakui, terlalu banyak kebocoran-kebocoran anggaran, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha  nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik.

 Belum nikmati pembangunan

Prabowo mengakui, sebagian bagsa Indnesia belum menikmati hasil kemerdekaan, masih banyak di antara mereka berada di bawah garis kemiskinan.

“Terlalu banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi, yang tidak memiliki pakaian untuk berangkat sekolah, “ ujarnya.

Untuk itu, ujarnya, para pemimpin politik jangan terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat orang terlalu cepat gembira, cepat puas padahal ia belum melihat gambaran sepenuhnya.

Menurut Prabowo, ada orang yang bangga, Indonesia diterima di kalangan G20, merasa bangga disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia. “Tapi apakah kita sungguh-sungguh paham dan melihat gambaran utuh keadaan kita?” ujarnya balik bertanya. Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar?

Apakah kita sadar bahwa rakyat kita dan anak-anak kita banyak yang kurang gizi? Banyak rakyat yang tidak dapat pekerjaan yang baik? Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus?

Ia mengajak semua pihak berani melihat kenyataan walau boleh bangga dengan prestasi, tetapi hendaknya tidak  tertegun, terlalu cepat puas dengan menutup mata dan hati terhadap tantangan-tantangan dan penderitaan sesama bangsa.

“Kita tidak boleh memiliki sikap seperti burung unta. Kalau melihat sesuatu yang tidak enak memasukkan kepalanya ke dalam tanah, “ tuturnya.

Pidato Prabowo menggugah asa baru publik, terutama warga yang sudah muak, namun putus asa dengan praktek korupsi yang terus marak dan menggerogoti segenap sendi-sendi kehidupan bangsa.

Praktek korupsi sudah amat banal, tercermin dari Indeks Persepsi Korupsi (IPK) menurut Transparency International (TI) yang anjlok dari 38 menjadi 34 dua tahu berturut-turut (2023 dan 2024).

Di era kepemimpinan Jokowi selain ditandai pelemahan KPK dengan diberlakukannya revisi UU KPK No. 19 tahun 2019 untuk menggantikan UU KPK No. 20 tahun 2002 yang paling tidak 26 , pasalnya memuat pelemahan KPK.

Praktek korupsi bahkan menjerat pejabat-pejabat instansi hukum seperti MA, para hakim, bahkan pimpinan tertinggi KPK, wakil ketua, dewan pegawas sampai puluhan karyawannya.

Banyak yang dijanjikan Prabowo dalam kampanyenya, mulai dari makan siang bergizi gratis, pengentasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi .

Rakyat tentu akan menagih semua janji-jani kampanye Prabowo termasuk apa yang disampaikannya dengan menggebu-gebu saat pelantikannya hari ini.

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here