Polisi Selidiki Kabar Ratusan Orang Terpapar Gas di Area Tambang Emas Bogor

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kepolisian masih menyelidiki kebenaran informasi viral terkait dugaan kebocoran gas beracun di area pertambangan emas wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan ratusan orang terjebak dan puluhan di antaranya meninggal dunia.

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban maupun penyebab pasti kejadian tersebut. Petugas kepolisian bersama tim dari PT Antam masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

“Informasi yang beredar belum bisa dipastikan kebenarannya. Kami masih menunggu laporan resmi dan tidak bisa sembarang masuk ke dalam karena kondisi di lokasi masih dipenuhi asap,” kata AKP Ucup saat dikonfirmasi, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, kondisi lubang tambang yang masih berasap menyulitkan upaya petugas untuk masuk ke titik yang diduga menjadi tempat kejadian. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama agar tidak menimbulkan korban tambahan dari tim evakuasi.

AKP Ucup juga menegaskan bahwa jika nantinya ditemukan adanya korban, mereka dipastikan bukan merupakan karyawan resmi PT Antam.

“Yang jelas bukan longsor dan bukan karyawan Antam,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengarah pada dugaan bahwa insiden terjadi di area pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang kerap dioperasikan oleh penambang ilegal atau gurandil.

Aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Nanggung diketahui masih marak dan memiliki risiko tinggi karena minim standar keselamatan kerja.

Terkait klaim 700 orang terjebak dan 120 orang meninggal dunia, polisi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, belum ada data valid yang dapat dipertanggungjawabkan secara resmi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Informasi yang beredar belum tentu benar dan masih perlu diverifikasi,” tutup AKP Ucup, dikutip suara.com.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here