Polusi Udara Perpendek Usia Harapan Hidup 

Ilustrasi polusi udara. (Foto: freepik)

JAKARTA – Hasil penelitian Air Quality Life Index (AQLI) tahun 2021 di India menunjukkan bahwa polusi udara memiliki dampak pada usia harapan hidup penduduk di sana.

Merujuk hasil penelitian tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan, data tahun 2021 menunjukkan bahwa rata-rata kadar PM2.5 (partikulat halus) di New Delhi adalah 126,5 g/m3, lebih dari 25 kali lipat batas rekomendasi WHO sebesar 5 g/m3.

Dia menyebutkan l, bahan partikulat juga mencapai tingkat yang tinggi pada tahun 2021 di New Delhi. Menurut Tjandra, peningkatan kadar polusi udara di tahun 2021 berdampak pada penurunan usia harapan hidup penduduk New Delhi sebesar 11,9 tahun, jika menggunakan standar batas aman yang ditetapkan oleh WHO.

Namun, jika menggunakan standar polusi udara nasional India, penduduk New Delhi dapat mengalami penurunan usia harapan hidup hingga 8,5 tahun.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa polusi bahan partikulat menjadi risiko terbesar bagi kesehatan di India, melebihi dampak penyakit kardiovaskular dan malnutrisi ibu hamil terhadap penurunan usia harapan hidup.

“Rata-rata, penduduk India kehilangan 5,3 tahun usia harapan hidup akibat polusi partikulat, dibandingkan dengan 4,5 tahun akibat penyakit kardiovaskular dan 1,8 tahun akibat malnutrisi ibu hamil dan bayi,” katanya.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 67,4 persen penduduk India tinggal dalam lingkungan dengan polusi udara melebihi standar yang ditetapkan pemerintah setempat, yaitu 40 mikrogram per meter kubik.

Data serupa ditemukan di Asia Selatan, di mana partikel polusi meningkat 9,7 persen antara tahun 2013 hingga 2021. Di India, kenaikan kadar partikel matter 2.5 (PM2.5) adalah 9,5 persen, di Pakistan 8,8 persen, dan di Bangladesh naik 12,4 persen.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa rata-rata polusi partikulat tahunan di India meningkat 67,7 persen dari tahun 1998 hingga 2021, yang berkontribusi pada penurunan usia harapan hidup rata-rata sebesar 2,3 tahun.

Tjandra mengingatkan bahwa polusi udara masih menjadi masalah di Jakarta dan sekitarnya, yang berdampak pada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan masalah pernapasan lainnya pada masyarakat.

Terkait dengan studi di India, Tjandra berpendapat bahwa akan baik jika penelitian serupa dilakukan di Indonesia untuk mengukur dampak polusi udara terhadap usia harapan hidup di sini.

Dia berharap agar penelitian seperti itu dapat dimulai sekarang sehingga nantinya akan ada data ilmiah yang valid dan dapat dipercaya. Tjandra berharap pihak yang berwenang segera mengambil tindakan yang tepat berdasarkan hasil penelitian tersebut.

Sumber: Antara

Advertisement