
JAKARTA, KBKNews.id – Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rahmat Hidayat menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk membantu memberantas kemiskinan di Indonesia. Potensi itu harus bisa dimanfaatkan.
Rahmat menyampaikan hal itu dalam diskusi Dialog Kebangsaan bertajuk ‘Merajut Kebersamaan Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan’ di Gedung Philanthropy, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada 2024 mencapai 22,3 juta jiwa, turun dari 24,6 juta jiwa pada 2022. Namun, jika menggunakan indikator Bank Dunia sebesar 2,15 dolar AS per hari, angka kemiskinan di Indonesia bisa mencapai 40 persen.
Bahkan, dengan ukuran 6,85 dolar AS per hari, jumlah penduduk miskin diperkirakan mencapai 172 juta jiwa atau 60,9 persen.
“Berapa pun indikatornya, mayoritas dari mereka tetap membutuhkan bantuan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa salat tidak akan bermakna jika umat Islam mengabaikan nasib kaum miskin.
DMI mencatat, jumlah masjid di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit. Dengan jumlah sebesar itu, masjid bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Ia mencontohkan program Rumah Wirausaha Masjid yang telah dijalankan di beberapa daerah, termasuk peresmian anjungan masjid di Mojokerto untuk mengakomodasi kegiatan produktif generasi muda.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mendorong 10 persen masjid berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan. Ia juga menekankan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terbukti menyelamatkan perekonomian nasional, dengan jumlah mencapai 40 juta unit usaha yang mampu menyerap 2–5 tenaga kerja masing-masing.
“Mulailah dari diri sendiri, apa yang bisa kita kontribusikan untuk melepaskan Indonesia dari belenggu kemiskinan,” katanya.




