Prabowo Tegaskan Bupati yang Lari saat Bencana Harus Dicopot

JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepala daerah wajib berada di wilayahnya ketika bencana terjadi.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat penanganan banjir dan longsor di Banda Aceh, Minggu, setelah muncul sorotan terhadap tindakan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang pergi umrah saat daerahnya dilanda banjir.

Prabowo memastikan seluruh bupati hadir dalam rapat tersebut. “Terima kasih, hadir semua bupati?” ujarnya. Ia kemudian mengingatkan bahwa para pemimpin daerah dipilih untuk menghadapi situasi sulit. “Kalian yang terus berjuang untuk rakyat,” tambahnya.

Ia juga meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak ragu mengambil tindakan tegas jika ada bupati yang meninggalkan tugas saat bencana. “Kalau ada yang mau lari, lari saja. Copot. Mendagri bisa diproses ini,” kata Prabowo. Ia menilai tindakan itu setara disersi. “Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, itu nggak bisa.”

Sorotan ini menguat setelah Mirwan MS dikabarkan berangkat umrah tanpa izin gubernur. Gerindra kemudian mencopot Mirwan dari jabatan Ketua DPC Aceh Selatan. Sekjen Gerindra Sugiono menyatakan keputusan itu diambil karena menilai sikap Mirwan tidak menunjukkan kepemimpinan yang baik. “Kami sangat menyayangkan sikapnya,” kata Sugiono.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjelaskan Mirwan telah meninjau lokasi terdampak dan mengantar logistik sebelum berangkat. Ia disebut sudah memastikan bantuan bagi masyarakat tetap berjalan.

Prabowo menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan darurat, pemulihan, dan memastikan tidak ada pihak yang mengabaikan tanggung jawab atau mengambil keuntungan di tengah bencana.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here