
JAKARTA, KBKNews.id – Konglomerat sekaligus pemilik takhta Barito Group, Prajogo Pangestu, baru saja melakukan aksi korporasi signifikan di pasar modal. Orang terkaya di Indonesia ini secara bertahap mengurangi porsi kepemilikannya di emiten tambang batubara, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Melalui serangkaian transaksi yang terukur, Prajogo melepas total 764.027.000 (764,02 juta) lembar saham CUAN. Dari aksi jual yang dilakukan secara maraton selama akhir Maret hingga awal April 2026 tersebut, ia berhasil mengantongi dana jumbo mencapai Rp850,28 miliar.
Maraton Transaksi dalam Empat Hari
Langkah divestasi ini tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan melalui 18 kali transaksi yang terbagi dalam rentang waktu empat hari bursa. Prajogo mulai melepas asetnya pada 30 Maret 2026 dan berlanjut hingga 2 April 2026.
Harga pelepasan saham dipatok pada kisaran Rp1.045 hingga Rp1.150 per lembar. Berikut adalah rincian perjalanan transaksi tersebut:
Pada Senin, 30 Maret 2026, Prajogo memulai aksinya dengan 5 kali transaksi, termasuk melepas paket besar sebanyak 100 juta dan 102 juta lembar saham. Total dana yang diraup pada hari pertama saja mencapai ratusan miliar rupiah.
Sedangkan pada Selasa, 31 Maret 2026, penjualan berlanjut dengan volume yang tetap tinggi. Transaksi terbesar di hari ini terjadi saat pelepasan 106 juta lembar saham pada harga Rp1.118 per saham.
Selanjutnya, Rabu, 1 April 2026, sebanyak empat kali transaksi dilakukan, dengan volume kumulatif mencapai lebih dari 150 juta lembar saham.
Pada hari terakhir, Kamis, 2 April 2026, aksi ini ditutup dengan empat transaksi terakhir, di mana harga terendah dipatok pada Rp1.045 per saham.
Misi di Balik Penjualan: Saham untuk Publik
Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterbukaan informasi, pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan struktur modal perusahaan di mata investor.
Dengan menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat (free float), diharapkan likuiditas perdagangan saham CUAN akan semakin meningkat. Hal ini memberikan kesempatan lebih luas bagi investor ritel maupun institusi untuk memiliki porsi di perusahaan energi tersebut.
Perubahan Struktur Kepemilikan
Meskipun telah melego ratusan juta lembar saham, posisi Prajogo Pangestu sebagai pengendali utama di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk tetap tidak tergoyahkan. Ia masih memegang mayoritas mutlak atas perusahaan yang menjadi salah satu mesin kekayaannya tersebut.
Sebelum rangkaian transaksi ini, Prajogo menguasai 94,54 miliar lembar saham atau setara dengan 84,09%. Setelah melepas sekitar 0,67% porsinya, kini sisa kepemilikan sahamnya tercatat sebesar 93,77 miliar lembar saham atau setara dengan 83,42%.
Aksi ini dinilai pelaku pasar sebagai sinyal positif untuk memperdalam pasar modal Indonesia. Hal ini mengingat status CUAN sebagai salah satu saham yang cukup dinamis di sektor pertambangan dan energi.




