Fokus ke Sektor Tambang, Petrosea (PTRO) Divestasi Seluruh Saham SSIA

PT Petrosea Tbk (PTRO), memutuskan untuk menyudahi kepemilikan sahamnya di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Emiten jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka, PT Petrosea Tbk (PTRO), memutuskan untuk menyudahi kepemilikan sahamnya di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus perusahaan yang kini berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu untuk lebih agresif di sektor energi dan infrastruktur inti.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Maret 2026, Petrosea tercatat telah melepas seluruh simpanan asetnya di SSIA sebanyak 70 juta lembar saham. Sebelum transaksi ini terjadi, PTRO menguasai porsi minoritas sebesar 1,49% di perusahaan pengembang kawasan industri tersebut.

Meskipun nilai pasti dari transaksi pelepasan saham ini tidak dipublikasikan ke publik, pencatatan bursa memastikan kini kepemilikan PTRO di tubuh SSIA telah mencapai titik nol atau kosong.

Reaksi Pasar dan Pergerakan Harga Saham

Pengumuman divestasi ini bertepatan dengan dinamika harga saham kedua perusahaan di lantai bursa. Pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026), saham PTRO mengalami tekanan cukup dalam dengan koreksi sebesar 6,7% ke level Rp4.300 per saham.

Tren negatif tipis juga membayangi saham SSIA yang ikut terkikis 0,7% ke posisi Rp1.365. Para pelaku pasar melihat langkah ini sebagai upaya bersih-bersih portofolio agar Petrosea bisa lebih lincah dalam mengeksekusi proyek-proyek besar di tahun ini.

Mengejar Pertumbuhan Organik dan Kontrak Baru

Keputusan untuk “pamit” dari SSIA sejalan dengan visi besar manajemen Petrosea di tahun 2026. Perseroan tengah menyiapkan amunisi untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada sektor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta jasa pertambangan.

Manajemen PTRO menegaskan, mereka optimistis mampu mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan basis klien hususnya di sektor pertambangan dan EPC. Harapannya dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri.

Amunisi dari Anak Usaha Baru

Selain mengandalkan proyek internal, motor penggerak pendapatan Petrosea tahun ini juga akan datang dari kontribusi anak-anak perusahaan yang baru saja bergabung. Di antaranya seperti Grup HBS, Hafar, dan Scan-Bilt. Kehadiran entitas ini diyakini akan membuka pintu ke segmen pasar yang lebih luas dan memperkuat diversifikasi pendapatan.

Dengan manajemen biaya yang lebih disiplin dan efisiensi operasional, emiten ini menargetkan lonjakan laba bersih pada akhir tahun buku 2026.

“Melalui berbagai langkah tersebut, PTRO menargetkan laba bersih pada 2026 tumbuh, didukung oleh peningkatan kinerja operasional dan pengelolaan margin yang lebih optimal,” pungkas manajemen dalam keterangannya dikutip dari Investor.id pada Sabtu (4/4/2026).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here