Pramono: Jakarta Terbuka bagi Pendatang, tapi Persaingan Tidak Mudah

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan bahwa pendatang baru yang ingin mencari penghidupan di Jakarta setelah Lebaran 2025 harus mempersiapkan diri dengan baik karena tingkat persaingan di ibu kota cukup ketat.

“Silakan kemudian mencari nafkah pekerjaan di Jakarta. Kita buka lebar tetapi persaingan di Jakarta juga tidak mudah,” kata Pramono di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, Sabtu (22/3/2025).

Ia menekankan bahwa pendatang baru harus memiliki identitas kependudukan yang jelas dengan mengurus KTP melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Dia harus ber-KTP dan mau secara administrasi nanti bekerjasama dengan Dukcapil untuk menjadi warga Jakarta. Kalau memang belum siap, yang pertama ya diurus, kalau belum siap ya dipersiapkan terlebih dahulu,” ujar Pramono.

Pramono juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi untuk menertibkan pendatang, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Ia lebih memilih pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani penduduk baru di Jakarta.

Selain itu, kata Pramono, pemerintah telah menyediakan balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

“Jakarta, kan, seperti yang saya sampaikan, akan ada balai latihan kerja, ada tempat-tempat untuk melakukan latihan, termasuk kemudian balai rakyat akan segera kita fungsikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin, memperkirakan jumlah pendatang baru ke Jakarta setelah Lebaran 2025 akan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2023, jumlah pendatang tercatat sekitar 259.318 orang, sementara pada 2024 menurun menjadi 162.07 orang. Tahun ini, jumlahnya diprediksi hanya berkisar antara 10.000 hingga 15.000 orang.

Budi mengingatkan warga Jakarta untuk lebih memperhatikan administrasi kependudukan mereka, termasuk memastikan KTP sesuai dengan domisili.

Ia juga mengimbau agar warga yang mudik tidak membawa kerabat ke Jakarta tanpa persiapan yang matang, seperti kepastian tempat tinggal, pekerjaan, serta keterampilan yang memadai.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here