JAKARTA – Kepala Fakultas Sequis Training Academy of Excellence, Samuji, MPD, CFP, CPC, memberikan tips mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) dengan prinsip sederhana, yaitu berdasarkan persentase dalam setiap alokasi anggaran.
Menurut Samuji, persentase alokasi anggaran dapat bervariasi tergantung pada pendapatan dan kebutuhan masing-masing individu.
Namun, dengan melakukan perhitungan yang baik, THR dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan, terutama di masa depan.
“Langkah pertama adalah mengalokasikan sekitar 5 persen dari THR untuk kewajiban, sedangkan untuk kebutuhan Lebaran dapat dialokasikan hingga 50 persen,” katanya, dilansir dari Antara, Kamis (13/4/2023).
Selanjutnya, sebesar 20 persen dapat digunakan untuk melunasi utang konsumtif. Dia juga mengingatkan pentingnya menyisihkan sekitar 15 persen untuk dana darurat. Sisa 10 persen dari dana THR dapat dialokasikan untuk masa depan.
Samuji menjelaskan, alokasi untuk kewajiban dalam THR dapat digunakan untuk membayar zakat penghasilan, memberikan berkah kepada asisten rumah tangga, pengasuh anak, dan lain-lain.
Dia juga menekankan pentingnya mengalokasikan dana kewajiban untuk diberikan kepada orang tua agar mereka juga dapat merayakan momen Idulfitri.
Saat menggunakan 50 persen dana THR untuk kebutuhan Lebaran, Samuji menyarankan untuk menerapkan prinsip belanja yang bijaksana, yaitu mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, dan memanfaatkan promo-promo yang ada.
Selain itu, kata dia, mempertimbangkan berbelanja online jika harga lebih murah dan tidak ada biaya tambahan seperti transportasi, parkir, atau makan di restoran, juga bisa menjadi pilihan.
Samuji juga menyarankan agar alokasi dana THR untuk melunasi utang sebaiknya digunakan untuk utang yang sifatnya tidak tetap, seperti tagihan kartu kredit atau tagihan lainnya, yang jika tidak dibayar dapat menimbulkan bunga yang tinggi.
“Dengan melunasi utang-utang tersebut, pendapatan bulan berikutnya akan tersisa, sehingga dana yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang dapat dialokasikan untuk keperluan masa depan,” ujarnya.
Setelah alokasi THR digunakan untuk kewajiban, melunasi utang, dan membiayai kebutuhan Lebaran dengan baik, Samuji menyarankan agar sisa dana dapat digunakan sebagai cadangan untuk kebutuhan masa depan, setidaknya 10 persen dari dana THR, misalnya untuk investasi atau top-up asuransi unit link.




