Program Pedagang Tangguh Dampingi Pedagang Mikro untuk Tumbuh dan Berkembang

BALIKPAPAN –  LAZ BDI PHKT bersama Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, kembali menggencarkan program “Pedagang Tangguh”, dengan memberikan pinjaman modal usaha gabungan bersistem Al-Qodrul Hasan.

Dalam program ini pedagang kecil sebagai penerima manfaat akan diberi komitmen untuk mencicil sesuai dengan besaran pinjaman selama setahun. Cicilan tersebut nantinya akan bergulir kembali kepada penerima manfaat selanjutnya.

“Pedagang Tangguh merupakan program ekonomi produktif yang dikhususkan untuk meningkatkan pendampingan bagi pedagang-pedagang mikro, dengan memberikan bantuan modal usaha atau rombong sesuai kebutuhan. Kemudian juga ada tahapan sistem pendampingan secara berkelompok. Sehingga memudahkan usaha mereka tumbuh dan berkembang, serta diharapkan terhindar dari ketergantungan rentenir,” ujar Rahmat, selaku Koordinator Program Dompet Dhuafa Kalimantan Timur.

Sebelumnya program tersebut telah bergulir di 2018 bersama Laznas Chevron Balikpapan yang sekarang sudah berganti namanya menjadi LAZ BDI PHKT.

Hingga kini sudah ada sekitar 22 penerima manfaat, yakni 15 di 2018 dan di 2019 ada 7, hingga kini masih ada yang lain, namun masih dalam proses assesment.

Salah satu penerima manfaat Sapriansyah, mengucapkan banyak terimakasih kepada Dompet Dhuafa Kalimantan Timur berkat dampingannya usaha Salomenya yang kini berjalan dengan baik dan lancar. Melalui pendapatannya sehari-hari bisa memenuhi biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga.

Program tersebut diinisiasi oleh kekhawatiran tentang pedagang-pedagang kecil yang memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya lebih baik, stabil dan berkelanjutan. Namun terkendala oleh minimnya suntikan modal dan juga tidak sedikit dari mereka, terlilit hutang dari pihak-pihak rentenir.

“Program tersebut dilatarbelakangi atas banyaknya dari mereka terjerat riba (rentenir). Mereka juga terbatas modal usaha dalam mengembangkan
usaha. Banyak di antara mereka bahkan mengajukan permohonan secara langsung ke Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Sehingga kami kuatkan program berupa pendampingan pedagang,” jelas Rahmat, dilaporkan Fajar.

 

Advertisement