
PUBLIK di Indonesia pastilah berharap agar skuad PSSI Garuda mampu menorehkan catatan sejarah, maju untuk pertama kali ke putaran 16 besar Piala Asia yang digelar di Qatar, mulai Senin (16/1).
Namun dalam tiga laga uji coba atau eksibisi, seluruhnya berakhir dengan kekalahan, bahkan penggawa Garuda di dua laga kalah telak tanpa balas.
Tim asuhan Shin Tae- yong dibabat kesebelasan Libya 0 – 4 dalam laga yang digelar di Stadion Titanic Mardan, Antalya, Turki (2/1) , lalu di laga kedua di tempat sama (5/1), Garuda tumbang lagi dari Libya walau dengan selisih skor tipis 1 -2.
Di laga uji coba ketiga melawan tim kuat, Iran di Stadion Al Rayan, Qatar, Selasa ( 9/1) penggawa Garuda lagi-lagi tak berkutik, menyerah tanpa balas dengan skor 0 – 5 setelah di babak pertama ketinggalan 0 – 3.
Dari hasil ketiga laga, kebobolan 10 gol, sebaliknya hanya bisa melesakkan satu gol pada laga kedua melawan Libya hasil tendangan Yacob Sayuri, mencerminkan tumpulnya daya serang, dan sekaligus rapuhnya lini pertahanan Garuda.
Dengan delapan pemain naturalisasi yang merumput di klub-klub di luar negeri termasuk di Eropa dari total 26 anggota skuad Garuda di Piala Asia 2024, sang pelatih, Shin berani memasang target tinggi anak-anak besutannya untuk menembus 16 besar.
Sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam Piala Asia (1996, 2000, 2004 dan 2007) belum pernah sekali pun lolos ke babak putaran 16 besar dari 24 kesebelasan yang bertanding, selalu kandas di awal putaran.
Tim Garuda di grup D Piala Asia akan berhadapan dengan Jepang, Irak dan Vietnam yang di atas kertas rata-rata lebih unggul, terutama tim Samurai Jepang yang dalam 15 kali laga dengan Indonesia, menang lima kali, imbang dua kali dan kalah delapan kali.
Tim Jepang mengoleksi empat kali juara di Piala Asia atau yang terbanyak, disusul masing-masing tiga kali oleh Arab Saudi dan Iran. Irak menjuarainya pada 2007, sementara kiprah penggawa Vietnam di Piala Asia, beberapa kali lolos ke perempat final.
Di Grup D Piala Asia kali ini, Garuda dijadwalkan melawan Irak pada hari pertama tunamen (Senin, 15/1), melawan Vietnam (19/1) dan berhadapan dengan Jepang (24/1).
Terlepas dari buruknya performa Garuda dari hasil tiga kali laga uji coba, “pertempuran” sudah di depan mata, tersisa empat hari lagi, sehingga diharapkan dalam “perang” yang sebenarnya nanti, Garuda bakal tampil beda. Semoga!




