Ramadan, Jerman Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Perempuan-permpuan di Gaza tangisi kehidupan yang kelam/ foto: Middle East Monitor

BERLIN – Kanselir Jerman Olaf Scholz mendesak agar terjadi gencatan senjata di Jalur Gaza selama Ramadan untuk memfasilitasi penyampaian bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang membutuhkan.

“Saya yakin bahwa sebagian besar rakyat Israel dan Palestina menginginkan satu hal yang sama, perdamaian. Satu langkah yang dapat dilakukan untuk itu adalah gencatan senjata yang lebih lama, dan idealnya dilakukan selama Ramadhan,” ucap Scholz, Minggu (10/3/2024), dilansir dari Anadolu.

Scholz menyatakan bahwa ini dapat menjadi langkah menuju perdamaian, memungkinkan bantuan lebih banyak tiba di Gaza dan memastikan pembebasan warga Israel yang disandera.

“Presiden Amerika Serikat (Joe Biden) dan Saya serta banyak orang lainnya berkomitmen mewujudkan hal ini dengan seluruh usaha kami,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang ia sampaikan untuk menyambut Ramadan, Scholz menyebut dirinya memahami perasaan umat Islam yang amat khawatir terhadap kondisi saudaranya di Jalur Gaza.

“Pikiran dan perasaan umat Islam saat ini tentunya terpaku kepada para wanita, pria, dan anak-anak di Timur Tengah. Banyak dari mereka punya teman maupun anggota keluarga yang mereka khawatirkan. Saya ingin memastikan bahwa mereka tidak sendiri,” ucap Scholz.

Meskipun mengakui hak Israel untuk membela diri, Scholz menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional dan melindungi warga sipil.

“Namun, Israel harus tetap mematuhi hukum-hukum internasional dan melindungi rakyat sipil,” katanya.

Jerman berkomitmen mengirimkan makanan, obat-obatan, dan bantuan lainnya ke rakyat Palestina di Jalur Gaza. Meskipun upaya diplomasi untuk gencatan senjata terus dilakukan, belum ada kesepakatan yang mencapai titik terang.

Agresi militer Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 31.000 warga Palestina dan mencederai lebih dari 72.600 orang lainnya.

Mahkamah Internasional mengeluarkan putusan awal pada 26 Januari yang memerintahkan Israel untuk berhenti melakukan genosida dan mengupayakan perbaikan kondisi kemanusiaan di Gaza.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here