Ramuan Ampuh Atasi Bau Mulut saat Puasa

Ilustrasi teh hijau. (Foto: shutterstock)

JAKARTA – Mengatasi bau mulut selama berpuasa menjadi topik yang kerap muncul setiap Ramadan. Permasalahan ini umumnya dialami oleh mereka yang menjalankan puasa.

Meski dianggap lumrah, bau mulut dapat berdampak pada kepercayaan diri, terutama dalam interaksi sosial.

Dokter berpengalaman di bidang pengobatan tradisional, Dr (Cand.) dr Inggrid Tania, MSi, menyarankan penggunaan ramuan teh herbal untuk mengatasi bau mulut selama beribadah puasa Ramadan.

Ramuan yang diminum saat sahur ini terdiri dari satu sendok teh jahe bubuk atau 20 gram irisan jahe segar, satu sendok teh adas, dua butir cengkeh, satu kantong teh hijau celup, dan boleh ditambahkan dua sendok teh madu untuk rasa manis.

“Ramuan ini aman buat mereka yang punya penyakit lambung, justru bisa membantu meredakan gangguan lambung,” kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) itu.

Tania menjelaskan, semua bahan kecuali madu, dicampur dalam satu gelas yang telah disaring, kemudian diseduh dengan air mendidih atau air suhu 90 derajat Celcius.

“Tutup (gelas) dan biarkan 15 menit agar tercipta zat antimikroba, antiseptik. Setelah itu ambil saringan, berikan madu 2 sendok teh. Aduk sampai rata. Siap konsumsi,” katanya.

Tania menyarankan untuk mengonsumsi ramuan teh herbal ini dengan cara menahannya sebentar di rongga mulut sebelum ditelan. Dia merekomendasikan konsumsi ramuan ini setelah makan sahur dan setelah menyikat gigi.

Tania menuturkan, jahe, cengkeh, dan adas mengandung senyawa antibakteri dan antioksidan, yang dapat mengontrol bakteri di rongga mulut.

“Adas mirip dengan cengkeh mengandung minyak atsiri yang bersifat antibakteri dan antiseptik, apalagi ditambah fungsi lain untuk mengatasi gangguan pencernaan,” tuturnya.

Teh hijau, kata Tania, memiliki sifat antioksidan, antiperadangan, dan antibakteri, sedangkan madu berperan sebagai antimikroba dan meningkatkan rasa ramuan.

Dia mengingatkan, bau mulut saat berpuasa bisa disebabkan oleh penurunan jumlah saliva dan kondisi higiene oral yang buruk.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here