Ramadan Penuh Harap, Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terima Bantuan dari Mowilex Kit

JAKARTA, KBKNEWS.id – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Aceh Tamiang menyambut bulan suci dengan penuh syukur meski masih dibayangi dampak banjir hidrometeorologi 2025.

Hujan deras yang kembali turun sejak 18 Februari 2026 menyebabkan sejumlah akses jalan dipenuhi lumpur dan sulit dilalui, bahkan beberapa wilayah hanya bisa dijangkau dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu.

Di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, kondisi pascabencana masih terasa berat. Salah satu penyintas, Khairiyah (40), mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda setelah rumahnya hanyut terseret banjir bandang. Ia bersama lima anggota keluarganya kini tinggal di hunian sementara yang dibangun dari kayu sisa banjir.

Sebelum bencana, Khairiyah membuka warung kelontong di rumahnya. Namun hingga kini usahanya belum bisa kembali berjalan. Sementara itu, suaminya juga belum dapat beraktivitas normal karena mengalami infeksi kaki akibat tertusuk paku saat banjir. Dalam keseharian, ia kini lebih banyak membantu mengambil bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Mowilex Kit yang berisi bahan pangan dan perlengkapan kebersihan.

Penyaluran dilakukan dengan menembus medan sulit di kawasan pedalaman Aceh Tamiang, termasuk Kampung Rantau Bintang dan Desa Sekumur, Karang Baru.

Sebanyak 1.000 Mowilex Kit didistribusikan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, dengan 500 paket dialokasikan ke Aceh Tamiang. Pada penyaluran tersebut, 100 paket disalurkan di Kampung Rantau Bintang dan 250 paket di Desa Sekumur.

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menyampaikan bahwa kondisi pascabencana hampir tiga bulan ini belum sepenuhnya pulih. Sejumlah warga masih hidup dalam keterbatasan akses, listrik yang belum stabil, serta minim bantuan, terutama di wilayah pedalaman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari sejak 18 Februari 2026 guna melanjutkan penanganan di titik-titik yang masih parah.

Meski demikian, bantuan yang hadir di awal Ramadan menjadi sumber harapan bagi para penyintas agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi hingga menjelang Lebaran.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here