Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringan akibat Longsor di Takokak Cianjur

Ilustrasi Longsor di Kapung Molon, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, Senin (6/3/2023). (Foto: ANTARA/HO-BPBD Natuna)

CIANJUR –  Ratusan hektare sawah warga di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Cianjur, dipastikan terancam kekeringan setelah terjadi longsor pada Selasa (22/10).

Kekeringan terjadi dikarenakan oleh surutnya aliran air ke warga, karena longsor di Sungai Leuwi Badak, setelah kecamatan Takokak diguyur hujan lebat.

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman mengatakan, sebelumnya pada Senin malam terjadi hujan dengan intensitas lumayan besar mengguyur wilayah tersebut.

“Kejadian longsor menimpa sungai Leuwi Badak di desa kami. Kejadiannya diperkiraan pukul 02.00 WIB usai diguyur hujan,” kata Nadir, Rabu (23/10).

Nadir mengungkapkan, aliran sungai Leuwi Badak mengaliri ratusan hektar sawah milik warga dan saat ini terancam kekeringan. Selain itu, aliran air dari sungai itu juga dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan sebagainya.

“Yang terdampak sekitar 350 hektar sawah dan terancam kekeringan. Padahal saat ini air sedang dibutuhkan karena di desa kami sedang musim tanam padi. Warga pun sudah ada sebagian yang sudah tanam padi di sawah,” paparnya.

Nadir menuturkan, saat ini sungai Leuwi Badak yang tertutupi material longsor sedang dilakukan perbaikan secara gotong royong oleh warga.

“Mudah-mudahan dari pihak berwenang ada bantuan, apalagi saluran air ini, sangat dibutuhkan oleh warga,” pungkasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here