JAKARTA – Banyak yang merasa kebingungan dan tertekan karena kesulitan untuk menghentikan perilaku dosa. Bagai menghentikan roller coaster yang melaju kencang di jalurnya, hal yang mustahil dilakukan, bukan?
Sesungguhnya, hampir tidak ada yang mustahil di dunia ini karena Allah Mahakuasa. Perilaku dosa yang pada awalnya terasa berat, bagi Allah dapat dihentikan dalam sekejap.
Contohnya, seorang pecandu narkoba, banyak di antara mereka yang kemudian bertobat dan menghentikan kebiasaan mengonsumsi obat terlarang. Bahkan, mereka menjadi sosok yang membimbing orang lain agar tidak terjerumus.
Begitu pula dengan aktris film dewasa yang dulunya suka menampilkan auratnya di depan kamera, banyak yang kemudian berhijrah dan mengenakan hijab syari.
Bahkan, seorang LGBT dan pembunuh pun dapat bertobat dan meninggalkan perilaku dosa yang dulunya menjadi gaya hidup mereka.
Lihatlah Umar bin Khattab yang pada masa lalu mengubur hidup-hidup anak perempuannya sendiri, namun kemudian ia bertobat dan menjadi salah satu sahabat Rasul yang paling dihormati.
Allah adalah Yang Maha Mengubah hati, sehingga tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya untuk mengubah seseorang dari menjadi penghuni neraka menjadi penghuni surga.
Namun, kita juga perlu tahu bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali jika kaum tersebut berusaha mengubah nasibnya sendiri. Kita harus menunjukkan kesungguhan kita untuk berubah, terutama saat ingin meninggalkan perilaku dosa.
Salah satu cara untuk membantu meninggalkan perilaku dosa adalah dengan bersedekah. Apa hubungan antara bersedekah dan meninggalkan perilaku dosa? Tentu saja keduanya saling memengaruhi.
Orang yang mau menyedekahkan hartanya, terutama dalam jumlah besar, misalnya 30% lebih dari harta yang dimilikinya, bisa dipastikan memiliki kepedulian pada orang lain karena ia masih mau menolong sesama hamba Allah.
Bukankah Allah berfirman bahwa Ia akan menolong hambaNya selama hamba tersebut masih mau menolong sesamanya?
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim, no. 2699)
Dengan bersedekah, insyaallah upaya pemenuhan hajat kita akan ditolong oleh Allah. Yakni, hajat agar bisa menjadi muslim yang baik dan sukses bertobat meninggalkan maksiat.
“Barangkali orang yang rambutnya semrawut dan bajunya berdebu, serta selalu ditolak jika bertamu, jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya.“ (HR Muslim)
Berilah sedekah pada orang yang tidak memiliki cukup kemampuan, sedangkan mereka bukanlah peminta-minta. Lebih baik lagi jika orang tersebut merupakan keluarga atau kerabat sendiri.
Kemudian, Anda mintalah bantuannya, titip doa padanya agar Anda bisa dijauhkan dari perbuatan maksiat dan kebiasaan buruk.
Meninggalkan maksiat memang awalnya terasa berat. Yakinlah bahwa siksa kubur dan siksa neraka kelak jauh lebih dahsyat. Maka, tetaplah bersabar dalam jalan tobat! Semoga dengan bersedekah, keinginan untuk menjadi muslim yang baik akan semakin kuat, dan proses untuk hijrah bisa lebih cepat.





