Cek Rincian Harga BBM Non-Subsidi per Maret 2026

Pemerintah menegaskan tidak akan ada perubahan harga, baik untuk jenis BBM subsidi maupun non-subsidi, mulai 1 April mendatang. (Foto: Pertamina)

JAKARTA, KBKNews.id – Memasuki pertengahan Maret 2026, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Seluruh badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, mulai dari Pertamina hingga perusahaan swasta seperti Shell dan BP-AKR, telah resmi menaikkan harga jual produk non-subsidi mereka.

Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas, para pengamat mencatat lonjakan harga bbm kali ini belum dipengaruhi langsung oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Kenaikan ini lebih didorong oleh kalkulasi rata-rata harga minyak dunia selama dua bulan terakhir, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta indeks harga Mean of Platts Singapore (MOPS).

Pertamina Sesuaikan Harga Lini Pertamax dan Diesel

PT Pertamina (Persero) secara resmi mengubah label harga pada papan informasi SPBU mereka di wilayah Jabodetabek. Produk unggulan seperti Pertamax (RON 92) kini dibanderol seharga Rp12.300 per liter, naik Rp500 dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp11.800 pada Februari 2026.

Kenaikan signifikan juga merambah pada lini bahan bakar diesel ramah lingkungan. Dexlite kini dihargai Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex menyentuh angka Rp14.500 per liter. Penyesuaian ini dilakukan untuk mematuhi regulasi terbaru mengenai formula harga jual eceran.

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020,” tulis manajemen Pertamina dalam pengumuman resminya.

Kabar baiknya, bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM bersubsidi, harga Pertalite (RON 90) dan Solar subsidi terpantau masih stabil. Saat ini, masing-masing tetap di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Persaingan Harga di SPBU Swasta

Langkah Pertamina juga diikuti oleh penyalur swasta lainnya seperti Shell, BP-AKR, Vivo Energy, hingga Mobil Indostation milik ExxonMobil. Pantauan di lapangan hingga Senin (16/3/2026) menunjukkan harga-harga tersebut masih bertahan sejak kenaikan di awal Maret.

Di SPBU BP-AKR, harga produk BP 92 kini dipatok Rp12.390 per liter. Sementara itu, bagi pengguna bahan bakar premium BP Ultimate, harga baru kini mencapai Rp12.920 per liter. Kondisi unik terjadi di SPBU Shell, di mana meskipun harga Shell Super tercatat di angka Rp12.390 per liter, stok ketersediaan di beberapa titik terpantau masih kosong.

Rincian Harga BBM Wilayah DKI Jakarta (Berlaku 16 Maret 2026)

SPBU Pertamina:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

SPBU Swasta (Kategori RON 92 & Diesel):

  • Shell Super: Rp12.390 per liter
  • BP 92: Rp12.390 per liter
  • Vivo Revvo 92: Rp12.390 per liter
  • Mobil Gasoline 92: Rp12.395 per liter
  • Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
  • Vivo Diesel Primus: Rp14.610 per liter

Fenomena kekompakan harga antar-operator ini menunjukkan pasar dalam negeri sangat sensitif terhadap indikator ekonomi global. Para pengendara diharapkan tetap bijak dalam memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan guna menjaga efisiensi di tengah tren kenaikan harga ini.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here