JAKARTA, KBKNews.id – Rohib, merupakan salah satu alumni Beasiswa Etos Dompet Dhuafa pada 2009. Dia kini berhasil meraih gelar PhD dari (UST) University of Science and Technology, Korea Selatan (Korsel).
Dia berasal dari keluarga yang sederhana dengan seorang ibu yang hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD dan ayah lulusan Sekolah Rakyat. Meski begitu, doa dan perjuangan orang tuanya mengantarnya hingga menyelesaikan studi doktoral.
Di bawah bimbingan Dr Gu-Gon Park, tim riset yang digawangi Rohib mengembangkan katalis Non-PGM untuk sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan menghasilkan katalis alternatif yang lebih murah, mudah didapat, sekaligus memiliki performa lebih baik dibanding katalis komersial yang ada saat ini.
Seperti dilansir dari situs Dompet Dhuafa, Senin (25/8/2025), Rohib mengaku sempat mengalami kesulitan di awal perkuliahannya di KIER, terutama saat mengoperasikan peralatan laboratorium dan berkomunikasi dalam bahasa Korea.
Namun berkat bantuan rekan-rekan lab yang sabar membimbing, pengalaman tersebut menjadi bagian berharga dalam perjalanan risetnya.
Pada 2023, dia sempat menjadi peneliti Postdoctoral Fellow di IRCELYON Paris, pusat riset gabungan antara CNRS dan Université Claude Bernard. Dia bergabung dengan tim CARE dan terlibat dalam proyek SAFHYR serta ELOBIO yang berfokus pada pengembangan katalis dan sel bahan bakar untuk mengurangi penggunaan logam mulia.
Menurutnya, gelar PhD memang membekali pengetahuan mendalam, tetapi untuk benar-benar menjadi ahli dibutuhkan waktu dan pengalaman lebih.




