Serang, Banten – Rombongan Press Tour Dompet Dhuafa dalam kegiatannya menjalani rangkaian press tour program Tebar Hewan Kurban (THK) 1445 H, menyempatkan menyambangi RS Mata Achmad Wardi disela-sela rangakaian kegiatannya pada Rabu (05/06/2024).

Rumah sakit Mata Achmad Wardi merupakan rumah sakit mata pertama di dunia yang berbasis wakaf.
Rumah sakit khusus mata yang didirikan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa (DD) di Kota Serang, Banten.
Rumah sakit ini kemudian diberi nama Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD. Rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten, Berdiri di luas lahan tanah 1.420,48 meter persegi dengan luas bangunan 927,5 meter persegi.
Dalam kegiatan kunjungan hospital tour, Bobby P Manulang yang juga merupakan Ketua Pelaksana THK 1445 H menceritakan awal berdirinya rumah sakit ini.
Saat itu Ia bertindak selaku nazir wakaf yang juga turut membidani beroperasinya kembali rumah sakit ini.
Pada awalnya rumah sakit ini tidak direncanakan sebagai Rmah Sakit Mata, melainkan Rumah Sakit Ibu dan Anak. Namun saat Dompet Dhuafa masuk sebagai pengelola, strategi bisnis pun berubah, dengan menjadikan rumah sakit ini menjadi Rumah Sakit Khusus Mata.
Dengan pelbagai pertimbangan, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi pun resmi beroperasi dan menjadi satu-satunya rumah sakit khusus mata di Provinsi Banten.
RS Mata Achmad Wardi BWI-DD mempunyai Izin Operasional berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang nomor 027/11678/Dinkes 2017 tentang Pemberian Izin Operasional Rumah Sakit tertanggal 28 Desember 2017, dengan sifat perpanjangan berlaku 5 tahun.
RS Mata Achmad Wardi kini telah memiliki Katarak Center sebagai pusat pelayanan pengobatan dan perawatan katarak sejak tahun 2018. Dan kini tengah mengembangkan Retina Center, dengan memanfaatkan Kupon Ibal Hasil Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS).
Senada dengan apa yang diungkapkan Bobby, Direktur Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, dr Pradypta menuturkan bahwa dengan berfungsinya sebagai Rumah Sakit Mata, maka operasional rumah sakit menjadi lebih kompetitif, karena belum banyak rumah sakit yang mengkhususkan sebagai Rumah Sakit Mata.
Dalam penuturannya lebih lanjut, dr Pradypta menyampaikan bahwa RS Mata Achmad Wardi dalam satu bulan mampu melayani sekitar 4000 pasien atau 150 pasien setiap harinya.
“Setiap hari kami melaksanakan baksos yakni dangan melayani operasi katarak secara gratis kepada pasien yang tidak mampu, sedikitnya 1 orang setiap hari atau paling banyak 50 orang setiap bulannya. Selain itu juga kami layani 4000 pasien setiap bulannya, atau 150 pasien setiap harinya” ucap dr Pradypta.
Setelah mendengar penjelasan dr Pradypta, para pewarta diberikan kesempatan melakukan hospital tour yang didampingi oleh dr Zaddan Wahid.
Satu persatu ruangan diperlihatkan dengan pelbagai peralatan canggih di dalamnya. Bahkan peralatan tersebut merupakan peralatan kedokteran mata terbaik di Indonesia yang dibeli dari German.





