
KLAIM sukses penemuan vaksin atau obat mujarab melawan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dilakukan oleh negara adidaya, Rusia, bahkan diumumkan sendiri oleh presidennya, Vladimir Putin.
“Rangkaian uji coba sudah dilakukan dengan tepat, semuanya lulus. Hari ini, untuk pertama kalinya di dunia, vaksin Covid-19 sudah didaftarkan oleh regulator kesehatan,” kata Presiden Rusia Putin seperti dikutip AFP (11/8).
Bahkan Putin dengan bangga mengaku, salah satu dari dua puterinya, entah Maria atau Katerina yang dilibatkan dalam uji coba, sudah disuntik vaksin temuan baru itu bersama 2.000 relawan lainnya.
Menurut dia, suhu tubuh putrinya tersebut pada suntikan pertama, naik sampai 38 derajat, dan pada suntikan kedua 37 derajat, namun beberapa saat kemudian suhu tubuhnya normal dan ia merasa sehat kembali.
Tentu saja, klaim Putin menuai reaksi sejumlah kalangan int’l yang menilai, pengakuan tergesa-gesa penemuan vaksin Covid-19 tanpa melalui rangkaian ujicoba sesuai prosedur dan kelaziman malah bisa menjadi bumerang atau bencana bagi umat manusia.
WHO juga meragukan keamanan dan efikasi vaksin buatan Institut Gamaleya, Rusia tersebut karena tidak termasuk atau salah satu kandidat atau bakal vaksin yang didaftarkan.
Menurut catatan, dari 170-an bakal vaksin yang terdaftar, baru enam yang sudah sampai pada uji klinis tahap ke-3 dengan menyertakan ribuan relawan dalam waktu sekitar enam bulan, termasuk buatan Sinovac, China bekerjasama dengan PT Bio Farma, Bandung.
Peresmian uji klinis tahap ke-3 bakal vaksin dengan melibatkan 1.620 relawan selama enam bulan dan diharapkan sudah bisa dipoduksi awal 2021 disaksikan Presiden Joko Widodo, di Bandung, Selasa (11/8).
Di Indonesia sendiri muncul polemik terkait temuan obat anti Covid-19 seperti produk kalung, balsem, inhaler dan lainnya yang diklaim Menteri Pertanian Syahrul Yasir Limpo dan juga obat herbal temuan Hadi Pranoto.
Perlu waktu panjang dan dana besar untuk memproduksi vaksin atau obat, mulai dari ethical clearance dari badan yang kredibel, uji pra klinis, uji klinis in vitro (melalui sel atau jaringan), in vivo (tubuh hewan atau manusia) tahap 1,2, dan 3 melibatkan ribuan orang dalam waktu minimal enam bulan.
Sejumlah negara berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menemukan vaksin Covid-19 yang sudah memapar 20.492.950 orang di 215 negara, 744.134 orang tewas , terbanyak di AS dengan 5.303.672 kasus dan 167.549 orang tewas.
Vaksin Covid-19 dinanti-nanti warga dunia, tapi bukan berarti, risiko keamanannya diabaikan, karena jika dibuat tergesa-gesa, malah bisa berbuah bencana. (AP/AFP/Reuters/ns)




