JAKARTA (KBK) Â – Tangan kanan Zidan Alfarizi (12) tersemat selang, darah berwarna merah pekat mengalir di dalamnya. Wajahnya pucat, lesuh tak berdaya. Raganya pun tampak lemah. Ia hanya bisa terbaring di ruang thalasemia RS PMI Bogor sambil ditemani orang tuanya. Namun pada saat seorang relawan dari komunitas Ecovanpoli mengajaknya bermain monopoli Zidan tak menolak. Secercah harapan untuk kembali sehat mulai terlihat dari wajahnya.
Di samping Zidan ada Anisa (8), dari pada bermain monopoli ia  lebih tertarik mendengarkan dongeng dari Kak Sofi. Dongeng bertemakan satwa penghuni hutan belantara membuat Anisa kembali bergairah. Kebosanan yang menyelimuti dirinya sejak melakukan transfusi darah sirna dalam sekejab.
Zidan dan Anisa merupakan 2 dari 70 anak penderita thalasemia yang tengah mengikuti acara Sahabat Berbagai Harapan (SBH). Dompet Dhuafa Supervisor Comunity Engagement Dompet Duhuafa Pendidikan Hassan Afif menuturkan kegiatan tersebut digelar guna membangkitkan kepedulian terhadap penderita thalasemia.
Menurut Hassan memberikan motivasi dengan cara menyuguhkan serangkaian hiburan sarat makna kepada para pasien merupakan langkah efektif untuk mendongkar semangat hidup, Â selain itu langkah tersebut juga dapat menumbuhkan harapan bagi orang tua pasien.
Selain membangun rasa kepedulian, kegiatan SBH pertama ini juga disasar untuk merangkul komunitas berbasis kemanusiaan khususnya yang berada di wilayah Bogor. Hal tersebut dirasa perlu mengingat pasien thalasemia yang jumlahnya tak sedikit dan butuh dukungan moral untuk dapat bangkit melawan penyakitnya.
“Kami memilih thalasemia karena merupakan komunitas yang besar. Dalam acara SBH kami juga ajak komunitas lain untuk terlibat seperti Ecovanpoli dan Urban Sakolah. Semuanya mengemban misi untuk menghibur, Â memotivasi dan membangun semangat penderita thalasemia,” ujar Hassan di Bogor, Â (7/6).
Hassan menambahkan dalam SBH kali ini pihaknya tak hanya menyajikan hiburan interaktif kepada pasien tetapi juga menyuguhkan tausiah kepada para orang tua pasien dengan harapan dapat menjadi pribadi yang lebih sabar dan tangguh dalam menerima tiap cobaan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif khususnya kepedulian terhadap penderita thalasemia. Ke depan kami juga berencana mengadakan donor darah untuk disumbangkan ke para penderita thalasemia,” ujar Hassan.





