SEAHUM Minta Indonesia Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Struktural pada Etnik Rohingya

drg. Imam Rulyawan, MARS Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi. Foto: Jun Aditya

JAKARTA (KBK) – SEAHUM (South East Asia Humanitarian Forum) yang merupakan organisasi kemanusiaan negara-negara Asean menyatakan sikap terhadap konflik yang melibatkan etnis Rohingya dengan pemerintah Myanmar. Drg Imam Rullyawan, Presiden SEAHUM sekaligus Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi menyampaikan  empat peryataan sikap yang akan ditindaklanjuti dengan aksi kemanusiaan.

Pertama SEAHUM menyatakan keprihatinan atas bencana kemanusiaan yang melanda etnis minoritas Rohingya yang dianiaya, dimusnahkan dan didiskriminasikan di tanah airnya sendiri.

Berikutnya SEAHUM mendesak setiap pihak yang berkonflik untuk menahan diri dan segera menghentikan kekerasan agar tidak terjadi korban jiwa yang lebis besar.

Ketiga meminta pemerintah Indonesia segera melakukan langkah taktis diplomasi dengan mendesak pemerintah Myanmar untuk mengentikan kekerasan struktural dan membuka blokade kawasan etnis Rohingya.

“Langkah nyata kami akan ada 200 sampai 500 orang dari lembaga kamusiaan yang akan kita berangkatkan pada 25 November,” terang Imam, di Jakarta, Rabu (23/11).

Terakhir SEAHUM mendesak pemerintah Myanmar untuk dapat melakukan upaya dialogis dengan pelbagai pihak yang berkepentingan agar dapat menemukan solusi konstruktif berbasis kemanusiaan.

Advertisement