“Menampakkan sedekah maka hal itu baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir maka hal itu lebih baik bagi kalian…”
(QS Al-Baqarah: 271)
JAKARTA – Pernahkah terlintas dalam pikiran kita arti sedekah tanpa diketahui oleh tangan kiri? Tentu saja, ini berkaitan dengan pelaksanaan amalan sedekah secara diam-diam.
Seperti namanya, sedekah seperti ini berlangsung tanpa sorotan, tanpa mendapatkan kata-kata terima kasih, apalagi pemberitaan media. Bahkan, tangan kirinya pun tidak menyadari sedekah yang diberikan oleh tangan kanannya.
Dilansir dari tabungwakaf.com, beberapa kisah dari para ulama bisa menjadi contoh nyata tentang bersedekah tanpa diketahui oleh tangan kiri.
Dalam kisah pertama, Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib menjadi pelaku sedekah yang menyediakan karung tepung untuk penduduk duafa di Kota Madinah pada malam hari.
Tak seorang pun yang mengetahui siapa yang memberikan sedekah tersebut. Setiap pagi, penduduk tersebut menemukan karung tepung di depan pintu rumah mereka, dan ini terjadi selama bertahun-tahun.
Rahasia sedekah ini terungkap saat Ali Zainal Abidin meninggal, ketika bekas kehitaman di punggungnya ditemukan, menandakan bahwa ia sendiri selama bertahun-tahun membawa karung-karung tepung untuk dibagikan kepada kaum dh
uafa. Kejadian ini terungkap hanya setelah kematiannya.
Kisah kedua melibatkan Abu Amru bin Nujaid, seorang ulama hadis dan ahli zuhud. Dia memberikan bantuan sebesar 1.000 dinar kepada Abu Utsman Al Hirri, yang bertanggung jawab atas krisis di negeri Naisabur (Khurasan).
Keesokan harinya, Abu Utsman mengundang Abu Amru untuk duduk di majelis yang dihadiri oleh banyak orang. Saat itu, Abu Utsman mengungkapkan terima kasih atas bantuan 1.000 dinar dari Abu Amru tanpa sepengetahuan umum sebelumnya.
Namun tanpa diduga, tiba-tiba Abu Amru berdiri di hadapan hadirin dan menyampaikan, ”Sesungguhnya harta yang saya berikan adalah harta ibu saya dan ternyata beliau tidak rida, maka mestinya harta tersebut dikembalikan kepada saya untuk saya kembalikan kepada beliau.”
Ucapan ini membuat semua yang datang ke majelis tersebut kaget, apalagi Abu Utsman. Sama sekali tak disangkanya Abu Amru akan meminta kembali sedekah yang telah diberikannya.
Mau tak mau, ia pun mengembalikan 1.000 dinar tersebut. Hadirin bubar dengan kekecewaan besar terhadap ulama yang membatalkan sedekahnya itu.
Begitu malam tiba, Abu Amru mendatangi lagi Abu Utsman dengan memberi kembali 1.000 dinar itu sambil mengatakan, ”Anda bisa memanfaatkan harta ini untuk keperluan seperti kemarin, dan tidak ada yang tahu akan hal ini kecuali kita.”
Masya Allah, sesungguhnya sedekah seperti itulah yang insyaallah akan membuat pelakunya mendapati naungan istimewa pada hari kiamat kelak.
“Ada tujuh kelompok orang yang akan mendapatkan naungan (rahmat) Allah di hari kiamat di mana tiada tempat bernaung selain naungan Allah, di antaranya adalah Lelaki yang bersedekah kemudian dirahasiakannya sampai-sampai tangan kirinya tidak megetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (HR Muslim)
Maka, meskipun sedekah secara terang-terangan tidak dilarang Allah, namun sangat dahsyat jika kita juga memiliki sedekah sembunyi-sembunyi yang bahkan tidak diketahui oleh tangan kiri sendiri.





