
LUMAJANG – Sejumlah truk penambang pasir yang beroperasi di daerah Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo di Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali terjebak aliran lahar dingin Gunung Semeru, Jumat sore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Yudi Cahyono mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mengimbau kepada para penambang pasir untuk waspada karena cuaca ekstrem.
Menurutnya pihak BPBD dan para sukarelawan selalu memberikan sosialisasi kepada para penambang pasir untuk berhati-hati ketika cuaca mendung dan hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru.
“Kami juga sudah memberi peringatan kepada para penambang pasir yang bekerja di daerah aliran lahar dingin Semeru bahwa selama sepekan ke depan akan terjadi cuaca ekstrem berdasarkan informasi dari BMKG,” tuturnya.
Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian terjebaknya truk penambang pasir di aliran lahar dingin Gunung Semeru di Desa Jugosari, namun jumlah truk yang terjebak lebih banyak dibandingkan beberapa hari lalu.
“Informasi getaran banjir lahar dingin Semeru tercatat amplitudo maksimum 16 mm, sehingga debit aliran lahar dingin cukup deras,” katanya.
Yudi menjelaskan banjir lahar dingin Gunung Semeru yang cukup deras tersebut masih aman dan terkendali berada di jalurnya, sehingga tidak sampai meluber ke permukiman penduduk.
Kejadian truk terjebak banjir lahar dingin bukan pertama kalinya, dan kerap terjadi ketika hujan deras melanda puncak gunung, dan mengakibatkan banjir lahar dingin.




