NEWYORK (KBK) – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terkejut mendengar kabar Polisi Hongaria menembakkan gas air mata dan meriam air untuk memaksa pengungsi kembali ke Serbia dan tidak memasuki Wilayah Hongaria, Kamis (17/9/2015).
Ban mengatakan, perlakuan Polisi Hongaria tersebut terhadap para pencari suaka tidak dapat diterima.
Seperti diberitakan BBC, Kamis (17/9/2015), ratusan pengungsi terlibat dalam bentrokan di perbatasan antara Hongaria dan Serbia pada Rabu, (16/9/2015), karena para pengungsi mencoba menerobos pagar kawat berduri yang dipasang di perbatasan.
Dilaporkan 2 migran terluka dalam bentrokan tersebut, sebaliknya Pemerintah Hongaria membela diri, bahwa 20 Polisi terluka ketika pengungsi hendak menerobos gerbang. Juru Bicara Pemerintah Hongaria menuduh para pengungsi menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia.
Menurut laporan reporter BBC, banyak dari pengungsi ini hendak menuju Jerman melalui Hongaria. Lebih 200.000 pengungsi sudah melewati Hongaria di tahun ini. Selasa lalu (15/9/2015), pemerintah Hongaria menerapkan aturan baru, akan menangkap dan memenjarakan bagi setiap orang yang melewati perbatasan Hongaria secara ilegal, karena itu pemerintah Hongaria memperketat perbatasan.




