JAKARTA – Acep (39) dan Rusharmanto (53), menjadi dua orang terpilih dari 17 penerima manfaat program Disabilitas Mandiri yang digencarkan oleh Tokopedia dan Dompet Dhuafa pada pertengahan Juli.
Acep, seorang ayah dua anak adalah pengidap polio sejak kecil, namun tidak pernah meruntuhkan semangatnya untuk bekerja sebagai penjahit. Meski dia sudah memiliki mesin jahit yang merupakan hibah dari pemerintah, namun kali ini ia menerima mesin obras dari program Disabilitas Mandiri.
“Alhamdulillah saya bersyukur, mesin obras tersebut dapat manfaat nanti kedepannya untuk usaha saya menjahit baju. Terima kasih pada donatur Tokopedia dan Dompet Dhuafa atas bantuan tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” ujar Acep saat menerima mesin obras di kediamannya, Desa Tajur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor Rabu (10/7/2019) lalu.
Sementara Rusharmanto yang kehilangan kaki akibat kecelakan yang menimpanya sekitar 13 tahun lalu, harus tetap bekerja memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dengan berdagang sembako atau jajanan anak-anak di rumahnya. Program Disabilitas Mandiri, mencoba merenovasi warung miliknya dan dapat tambahan barang dagang.
“Warung saya atapnya sudah mulai rapuh dan penghasilan tiap harinya kadang tak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” terang Rusharmanto, saat ditemui oleh tim di kediamannya yang berlokasi di Kampung Waru Jaya, Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Bogor, pada Senin (22/7/2019) lalu.
Dikutip Fajar dari Dompet Dhuafa, dia berharap melalui program tersebut mampu menginspirasi orang-orang untuk terus menebar kebaikan, karena pada dasarnya disabilitas bukan berarti tidak mampu melakukan apa-apa, melainkan memiliki kemampuan yang berbeda (difability).
“Alhamdulillah dapat bantuan dari Tokopedia dan Dompet Dhuafa, semoga berkah dan insyaa Allah sangat berguna untuk usaha saya. Terima kasih pada donatur, semoga Allah terima segala kebaikannya,” aku Rusharmanto, yang juga aktif sebagai Relawan Komunitas Disabilitas di Kementerian Sosial RI.





