JAKARTA, KBKNews.id – Rabu (18/6/2025) malam waktu setempat, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang ke-12 dari operasi militer bertajuk “Operation True Promise 3”.
Dalam serangan terbaru ini, Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik jarak menengah Sejjil — salah satu senjata paling canggih dalam persenjataan rudal Iran.
Menurut laporan dari kantor berita resmi Iran, IRNA, rudal Sejjil merupakan rudal dua tahap berbahan bakar padat yang memiliki jangkauan jauh dan bobot cukup berat.
Target serangan kali ini adalah markas besar sistem Komando, Kontrol, Komunikasi, dan Intelijen (C4I) milik militer Israel yang terletak dekat Soroka Medical Center di Beersheba.
Serangan tersebut memicu peningkatan ketegangan antara Iran dan Israel, mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengeluarkan ancaman balasan terhadap Iran.
Fakta-Fakta Mengenai Rudal Sejjil
1. Spesifikasi Teknis
Rudal Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan Iran secara mandiri. Rudal ini memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat saat peluncuran mencapai 23.600 kilogram.
Sejak resmi digunakan pada tahun 2012, rudal ini dapat membawa satu hulu ledak seberat sekitar 700 kg, dengan daya jangkau mencapai 2.000 km.
Diperkirakan, Sejjil saat ini menggunakan hulu ledak berkekuatan tinggi (high explosive/HE), dan berpotensi membawa hulu ledak nuklir jika Iran mengembangkannya di masa depan.
2. Riwayat dan Pengembangan
Pengembangan rudal Sejjil dimulai pada akhir 1990-an sebagai peningkatan dari rudal-rudal sebelumnya, seperti Zelzal. Meski ukuran dan jangkauannya serupa dengan rudal Shahab 3, Sejjil menggunakan bahan bakar padat — sebuah lompatan teknologi penting.
Penggunaan propelan padat membuat rudal lebih cepat diluncurkan dan lebih sulit diserang saat persiapan peluncuran. Teknologi ini dikembangkan Iran kemungkinan besar dengan bantuan teknis dari Tiongkok.
Namun demikian, bahan bakar padat juga memiliki kekurangan, terutama dalam hal kendali dan akurasi rudal yang lebih menantang.
3. Riwayat Peluncuran
Peluncuran uji pertama rudal Sejjil berlangsung pada tahun 2008 dan mencapai jarak sekitar 800 km. Pengujian kedua pada Mei 2009 bertujuan menguji sistem navigasi dan pemandu yang ditingkatkan.
Hingga 2012, total enam kali uji coba telah dilakukan, dengan salah satunya mencapai jarak hampir 1.900 km menuju Samudera Hindia.
Setelah lama tidak digunakan, rudal Sejjil kembali diluncurkan pada tahun 2021 dalam latihan militer besar Iran bertajuk “Great Prophet”.





