Giliran Yaman dan Israel saling serang

Tel AViv diguyur rudal Houthi dari Yaman, 16 orang dilaporkan terluka, sementara Israel mengaku akan membalasnya.

ESKALASI konflik di Timur Tengah bergeser ke Yaman pasca serangan rudal balistik kelompok Houthi di negeri itu ke Tel Aviv, Israel, (21/12), melukai 16 orang.

Setelah sistem partahanan udara Israel Iron Dome sempat kebobolan sehingga rudal balistik yang diluncurkan Houti menyasar pusat komersil di Tel Aviiv dan melukai 16 orang (21/12) lalu, Israel pun berniat membalasnya.

Militer Israel, menurut laporan AFP, Selasa (24/12) berhasil menangkal serangan rudal lainnya yang dilepas oleh Houthi dari Yaman. “Sirene serangan udara meraung-raung di wilayah tengah dan selatan Israel untuk mengantisipasi kemungkinan jatuhnya pecahan rudal yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara, “ demikian dilaporkan AFP.

PM Israel Benjamin Netanyahu, Senin memperingatkan pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran.

“Saya sudah menginstruksikan pasukan kami menghancurkan infrastruktur Houthi karena siapa pun yang mencoba menyakiti kami, akan diserang dengan kekuatan penuh,walau aitu membutuhkan waktu,” ujarnya.

Jet jet  tempur Israel membalas serangan Houthi dengan menyerang pelabuhan dan infrastruktur energi, yang menurut militer berkontribusi terhadap operasi pemberontak tersebut.

Gempuran udara Israel  ditujukan untuk membalas serangan rudal yang merusak parah bangunan sekolah di Israel pekan lalu yang diklaim Pihak Houthi menewaskan sembilan orang.

Eskalasi konflik terus meningkat di Timur Tengah sejak serangan Hamas ke wilayah Israel seatan dan penyanderaan 250-an warga  7 Oktober tahun lalu yang dibala secara brutal oleh Israel sampai hari ini.

Korban warga Palestina 

Paling tidak sekitar 43.500 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan tewas, 90-000-an luka luka dan sekitar satu juta warga Gaza mengungsi.

Perang meluas melibatkan Iran melalui Hizbullah, proksinya di Lebanon, bahkan Iran meluncurkan serangan dengan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel April dan Oktober lalu untuk membalas kematian sejumlah pemimpin Hamas termasuk pemimpin politiknya, Ismail Haniyeh, beberapa petinggi Hizbullah dan perwira tinggi pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Israel juga melancarkan serangan udara ke situs-situs militer dan industri rudal Iran di sekitar Teheran yang diklaim mencapai sasaran, sebaliknya Iran mengaku hanya mengalami kerusakan ringan.

Balas membalas, saling serang tidak habis-habisnya membuat kawasan Timur Tengah tidak pernah sepi dari konflik sejak kemerdekaan Israel pada 1948.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here