
PARTAI Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) pimpinan PM Pedro Sanchez memenangi Pemilu Spanyol yang digelar, Minggu (28/4) dengan raihan 29 persen suara, namun yang mengejutkan, bangkitnya Partai Vox berhaluan kanan.
Rezim sosialis Spanyol mengklaim kemenangan dalam pemilu ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir, namun gagal mempertahankan suara mayoritas sehingga Sanchez masih memerlukan partai sayap kiri Podemos atau partai-partai regional dan partai kanan tengah guna membentuk pemerintahan.
PSOE memenangi 123 kursi, sementara mitra koalisinya, Podemos, meraih 42 kursi dari seluruhnya 350 kursi di parlemen, sehingga memerlukan mitra koalisi untuk membentuk pemerintahan.
Di sisi lain, dalam pemilu kali ini untuk kali pertama sejak pemerintahan militer di bawah Jenderal Fransisco Franco berakhir pada 1970-an, muncul kelompok sayap kanan, Partai Fox dengan raihan 10 persen suara atau 24 kursi di parlemen.
Vox secara lantang menentang multikulturalisme, feminisme dan migrasi tanpa batas sehingga menimbulkan kekhawatiran di Eropa termasuk Spanyol yang sejak lama menolak gelombang populis dan nasionalis akibat trauma pada era tirani militer rezim Franco.
Hasil signifikan Pemilu lainnya yakni anjloknya dukungan bagi Partai Rakyat (PP), yang memerintah Spanyol hingga akhirnya dicopot dari tampuk kekuasaaan pada Mei 2018 karena mosi tidak percaya. PP hanya memenangi 66 kursi, anjlok dari 137 pada Pemilu lalu.
Dalam pidato kemenangaannya, Sánchez mengatakan bahwa tantangan besar partai adalah untuk memerangi ketidaksetaraan, memajukan koeksistensi dan betekad membasmi korupsi.
“Masa depan telah menang dan masa lalu telah hilang,” katanya di hadapan para pendukungnya yang bersorak-sorai.
Selama masa jabatannya, Sánchez telah menaikkan upah minimum, menunjuk kabinet yang didominasi perempuan dan berjanji untuk membawa undang-undang yang mendefinisikan pemerkosaan sebagai seks tanpa persetujuan yang jelas.
Sanchez juga mengingatkan panggung politik Spanyol mereplikasi pemilu Finlandia pekan lalu yang menempatkan Partai Finlandia berhaluan kanan pada urutan kedua di bawah Partai Sosial Demokrat.
Taklukkan Spanyol
Sementara Ketua Partai Vox, Santiago Abascal mengatakan, ia memaklumatkan pada publik bahwa partainya mulai aksi penaklukan kembali Spanyol. “Ini yang sedang kami lakukan, memberitahukan anda semua bahwa Vox telah hadir dan tinggal di sini,” tandasnya.
Abascal yang mantan anggota PP konservatif muncul bersama Partai Vox yang didirikan dalam beberapa bulan terakhir ini dengan janji untuk “membuat Spanyol hebat lagi”.
Partai ini memenangkan kursi untuk pertama kalinya dalam pemilihan lokal di wilayah Andalusia selatan, dan setuju untuk mendukung koalisi kanan-tengah PP dan Ciudadanos.
Vox menolak label sayap kanan tetapi pandangannya tentang penolakan imigran dan Islam menempatkannya sejalan dengan partai sayap kanan dan populis di tempat lain di Eropa.
Kritikus melihatnya sebagai kemunduran nasionalis kembali ke era diktator fasis Fransisco Franco yang memerintah Spanyol sampai kematiannya pada 1975.
Vox memihak kebijakan untuk mendeportasi migran yang secara hukum berhak berada di Spanyol jika mereka melakukan pelanggaran, dan ingin mencegah imigran illegal.
Kebangkitan paham populis muncul di daratan Eropa, walau belum tentu diterima oleh mayoritas warga yang tetap ingin memperjuangkan toleransi dan keterbukaan. (AFP/AP/Reuters/NS).




