Strategi PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Bidik Prapenjualan Rp563 Miliar

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mematok target prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp563 miliar untuk tahun buku 2026. (Foto: tatlerasia)

JAKARTA, KBKNews.id – Geliat bisnis di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) kian menunjukkan taringnya. Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) secara optimistis mematok target prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp563 miliar untuk tahun buku 2026. Angka ini mencerminkan lonjakan pertumbuhan sebesar 31 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Sebagai pengembang yang menguasai cadangan lahan (land bank) seluas 702 hektare di Tangerang, Banten, CBDK kini tengah mengalihkan fokusnya untuk memenuhi kebutuhan ruang bisnis di distrik pusat kota yang strategis. Strategi ini diambil untuk merespons geliat pasar yang mulai kembali bergairah.

Dominasi Kaveling Komersial dan Pemulihan Pasar

Kinerja keuangan CBDK tahun ini diprediksi akan sangat bergantung pada segmen kaveling tanah komersial. Perusahaan melihat adanya tren positif di mana para pelaku usaha mulai berani melakukan ekspansi dan mengamankan lahan di lokasi premium demi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan kenaikan target ini selaras dengan posisi PIK 2 yang kini mulai diakui sebagai pusat aktivitas bisnis baru.

“Kami melihat adanya awal pemulihan minat (appetite) dari para pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis. Ini adalah bagian dari rencana ekspansi mereka ke depan,” ujar Steven dalam siaran persnya, Rabu (15/4/2026).

Meskipun lahan komersial menjadi tumpuan utama, segmen hunian (residensial) serta produk penunjang seperti ruko dan SOHO (Small Office Home Office) diproyeksikan tetap stabil. Hal ini didorong oleh kematangan ekosistem kawasan yang membuat orang semakin tertarik untuk tinggal sekaligus bekerja di lingkungan yang sama.

Efek Domino Fasilitas Konvensi Internasional

Salah satu pendorong utama optimisme CBDK adalah mulai beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Sebagai salah satu pusat pameran terbesar di Indonesia, kehadiran NICE diyakini akan mendongkrak trafik pengunjung serta memicu aktivitas ekonomi yang masif di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Konektivitas pun menjadi nilai tambah yang krusial. Kehadiran Tol Kataraja disebut akan mempercepat mobilitas menuju PIK 2, menjadikannya destinasi yang lebih mudah dijangkau dari berbagai sudut Jakarta dan sekitarnya.

“Dengan beroperasinya NICE, kami terus mendorong agar berbagai kegiatan MICE berskala nasional maupun internasional diselenggarakan di sini. Ini adalah katalis utama bagi trafik dan ekonomi kawasan,” tambah Steven.

Membangun Sumber Pendapatan Tetap (Recurring Income)

CBDK tidak hanya mengandalkan penjualan properti putus. Perusahaan juga sedang memperkuat fondasi pendapatan tetap atau recurring income untuk menjaga kesehatan arus kas jangka panjang.

Dua proyek mercusuar yang menjadi tumpuan pendapatan rutin ini adalah operasional gedung konvensi NICE dan rencana pengoperasian Hotel Hilton PIK 2 yang ditargetkan mulai menyapa tamu pada tahun 2027 mendatang.

Kehadiran hotel kelas dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap fasilitas, tetapi juga memperkuat daya tarik PIK 2 sebagai destinasi bisnis internasional. Dengan ekosistem yang semakin matang, CBDK yakin mampu bertransformasi menjadi pengembang kawasan yang tidak hanya besar secara fisik, tetapi juga kuat secara finansial dan strategis.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here