Studi Baru: Teh Hijau dan Cokelat Panas Kurangi Dampak Negatif Stres

Ilustrasi teh hijau. (Foto: shutterstock)

JAKARTA – Mengonsumsi minuman yang kaya flavanol, seperti cokelat panas atau teh hijau, dapat membantu mengurangi dampak negatif stres, bahkan setelah mengonsumsi makanan berlemak. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Food and Function.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian tersebut mengeksplorasi bagaimana flavanol yang dikonsumsi bersamaan dengan lemak dapat mengurangi dampak buruk lemak terhadap fungsi endotel yang dipengaruhi oleh stres.

Dr. Catarina Rendeiro, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa saat seseorang mengalami stres, mereka cenderung mengonsumsi makanan berlemak tinggi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makanan berlemak dapat memperburuk pemulihan vaskular tubuh setelah stres.

“Dalam penelitian ini, kami ingin melihat apakah menambahkan makanan tinggi flavanol ke makanan berlemak dapat mengurangi dampak negatif stres pada tubuh,” kata dia.

Penelitian ini melibatkan 23 pria dan wanita muda yang sehat. Peserta diberi sarapan berupa dua croissant mentega dengan keju dan susu, disusul dengan minuman cokelat panas yang mengandung flavanol tinggi atau rendah.

Setelah istirahat, mereka menjalani tes matematika mental selama delapan menit yang dirancang untuk memicu stres.

Selama tes dan masa istirahat, para peneliti memantau aliran darah di lengan bawah, detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen di bagian depan otak (korteks prefrontal) peserta.

Fungsi pembuluh darah mereka juga diukur menggunakan tes Brachial Flow-Mediated Dilatation (FMD) untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular.

Tes ini melihat sejauh mana arteri brakialis melebar saat aliran darah meningkat; semakin tinggi nilai tes, semakin rendah risiko penyakit jantung.

Hasil menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi minuman rendah flavanol mengalami penurunan fungsi vaskular hingga 90 menit setelah stres.

Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi cokelat panas dengan flavanol tinggi memiliki hasil FMD yang lebih baik pada 30 dan 90 menit setelah stres dibandingkan dengan mereka yang meminum cokelat rendah flavanol.

Rendeiro menyimpulkan bahwa makanan atau minuman tinggi flavanol dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi dampak buruk makanan tidak sehat pada sistem vaskular, terutama selama masa stres.

Temuan ini dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih bijak terkait konsumsi makanan dan minuman di tengah tekanan hidup.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here