Peringatan BNPB: Curah Hujan Tinggi, Potensi Bencana Menanti

Respon DMC DD di lokasi banjir Demak/ foto: dompet dhuafa

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau para pejabat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor, seiring dengan semakin dekatnya puncak musim hujan.

Abdul Muhari, Juru Bicara BNPB, menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur telah memulai pemeriksaan infrastruktur penanggulangan bencana.

Langkah ini merupakan bagian dari persiapan guna memastikan daerah-daerah tersebut mampu menangani potensi bencana secara efektif.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi curah hujan intensitas tinggi, antara 1.000 hingga 5.000 mm per tahun, selama 2025 yang dimulai pada November 2024.

“Langkah kesiapsiagaan ini sangat penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama mengingat prediksi BMKG terkait hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia,” jelas Abdul Muhari melalui keterangan tertulis.

Ia juga menganjurkan pemerintah daerah di wilayah rawan bencana untuk menetapkan status darurat bencana guna mempercepat langkah tanggap darurat serta memastikan upaya penanganan bencana yang lebih terintegrasi.

Menurut data BNPB, hingga 16 November 2024, telah tercatat 1.756 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 kasus merupakan bencana hidrometeorologis, termasuk banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here