JAKARTA, KBKNEWS.id – Jumaidin (26), warga Desa Bongka Makmur, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kembali ke rumah keluarganya setelah delapan tahun dinyatakan hilang dan dikabarkan meninggal dunia akibat gempa Palu pada 2018.
Kepulangannya mengejutkan keluarga yang selama ini mengira dirinya telah tiada.
Kakak Jumaidin, Mahania (33), mengaku tidak menyangka adiknya masih hidup. Awalnya, keluarga sempat ragu terhadap pria yang tiba-tiba datang ke rumah mereka. Namun, mereka akhirnya yakin setelah mengenali wajah dan gigi Jumaidin.
“Awalnya kami sempat tidak percaya, tetapi setelah melihat giginya, kami yakin bahwa memang benar dia adik kami,” kata Mahania, dikutip dari Kompas.com, Senin (26/10/2026).
Menurut Mahania, hal pertama yang dilakukan Jumaidin setelah tiba di rumah adalah mencari ayah mereka. Namun, sang ayah telah meninggal dunia sekitar tiga tahun sebelumnya.
Ingatan Jumaidin perlahan mulai pulih setelah ia diajak berkeliling mengunjungi rumah kakak-kakaknya.
Sebelum gempa Palu terjadi, Jumaidin diketahui telah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan percetakan galon. Berdasarkan cerita yang disampaikan kepada keluarga, ia sempat tertimpa reruntuhan saat bencana melanda.
Ayahnya sempat pergi ke Palu sehari setelah kejadian untuk mencari keberadaan Jumaidin. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga keluarga menerima kabar bahwa ia telah meninggal dunia.
Keluarga kemudian menggelar tahlilan 40 hari. Akta kematian atas nama Jumaidin juga telah diterbitkan, sementara sisa pakaiannya disumbangkan kepada orang lain.
Setelah delapan tahun tanpa kabar, kepulangan Jumaidin menjadi momen haru sekaligus mengejutkan bagi keluarga yang telah lama menganggapnya meninggal dunia.





