JAKARTA, KBKNEWS.id — Tiga bulan pascabanjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025, krisis air bersih masih membayangi warga.
Sumur-sumur yang tertimbun lumpur dan tercemar membuat masyarakat terpaksa memanfaatkan air sungai hingga parit kebun sawit untuk kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bergerak membangun sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sejumlah titik terdampak.
Pembangunan ini menjadi bagian dari fase pemulihan (recovery) untuk membantu warga kembali memiliki akses air bersih yang layak dan aman.
Beberapa titik pembangunan sumur bor berada di Desa Rantau Bintang dan Desa Batang Ara (Kecamatan Bandar Pusaka), Desa Sukamakmur dan Desa Sulum (Kecamatan Sekerak), Aceh Tamiang, serta dua titik lainnya di Desa Batu Sumbang, Aceh Timur.
Penanggung Jawab Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, mengatakan bahwa kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak, terlebih saat Ramadan. Warga tidak hanya membutuhkan air untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk beribadah.
“Aktivasi sumur bor dan MCK ini merupakan bagian dari upaya pemulihan bagi warga terdampak. Banyak wilayah yang masih mengalami krisis air bersih akibat banjir. Kami berharap fasilitas ini dapat mempercepat proses recovery dan membantu warga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak,” ujarnya.
Dengan hadirnya sumur bor di lingkungan hunian, warga kini tak lagi bergantung pada air keruh dan berisiko. DMC Dompet Dhuafa berharap bantuan ini mampu menjadi solusi jangka menengah, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dari dampak bencana.





