Sunnah sebelum Tidur ala Nabi Muhammad Saw, Mudah dan Bernilai Ibadah

beberapa sunnah Nabi Muhammad Saw sebelum tidur. (Foto: Freepik)

Jakarta, KBKNews.id – Tidur bukan sekedar penutup hari, tetapi juga momen untuk merawat hati dan menyegarkan jiwa. Nabi Muhammad Saw memberikan banyak teladan tentang bagaimana mempersiapkan diri sebelum tidur. Tujuannya agar istirahat yang kita dapatkan bukan hanya nyaman, tetapi juga bernilai ibadah.

Apa saja amalan sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah? Melansir dari dompetdhuafa.org, berikut sunnah Nabi Muhammad Saw sebelum tidur.

Wudu sebelum Tidur

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudu seperti wudu untuk salat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Wudu sebelum tidur tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menata jiwa. Air wudu menjadi penutup hari yang sempurna karena menghapus lelah, menyegarkan pikiran, dan membuat hati lebih tenang. Dengan menjadikannya sebagai rutinitas, wudu dapat membuat kita tidur dalam keadaan suci dan lebih siap menyambut pagi.

Membaca Ayat Kurs sebagai Perlindungan

Dalam banyak riwayat disebutkan, siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah hingga pagi. Rasulullah mengajarkan:

“Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Dengan itu, kamu akan selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”
(HR. Bukhari)

Ayat Kursi menjadi tameng yang kuat. Dengan membacanya, hati terasa lebih tenteram, dan tidur pun menjadi ibadah yang dijaga cahaya Allah. Di zaman ketika kecemasan sering menemani tidur, ayat ini menjadi pelindung yang tak ternilai.

Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Setiap malam, Rasulullah Saw membaca tiga surat pendek ini untuk memohon perlindungan dari segala keburukan. Ketiganya merupakan bagian dari Al-Mu’awwidzat, ayat-ayat perlindungan.

Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur merupakan cara sederhana untuk membersihkan hati dari kegelisahan dan memohon penjagaan Allah atas hal-hal yang tidak terlihat.

Memperbanyak Zikir

Aisyah RA meriwayatkan, Rasulullah mengajarkan zikir sebelum tidur:

“Bertakbirlah 33 kali, bertasbihlah 33 kali, dan bertahmidlah 34 kali. Itu semua lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan.”
(HR. Bukhari)

Zikir sebelum tidur membantu meredakan pikiran, mengurangi beban hati, dan mengajak nurani untuk tenang. Dengan memuji Allah, tidur menjadi lebih damai. Ini adalah cara sederhana namun mendalam untuk mengakhiri hari dengan syukur.

Tidak Tidur sebelum Isya

Abu Barzah meriwayatkan:

“Rasulullah tidak suka tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Anjuran ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga salat Isya. Tidur sebelum Isya dikhawatirkan membuat seseorang kehilangan ibadah wajibnya. Inilah sunnah yang mengingatkan kita agar tidak meletakkan rasa kantuk di atas kewajiban.

Membersihkan Tempat Tidur

Rasulullah SAW mengajarkan:

“Jika salah seorang dari kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya…”
(HR. Bukhari)

Di zaman modern, mengibaskan kasur bisa dimaknai sebagai menjaga kebersihan tempat tidur dari debu, serangga, atau benda kecil yang tidak terlihat. Kebiasaan kecil ini sangat relevan hingga hari ini, terutama untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan saat beristirahat.

Membaca Doa Tidur

Hudzaifah RA meriwayatkan bahwa setiap kali hendak tidur, Rasulullah membaca doa:

“Allahumma bismika ahya wa bismika amut.
Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.
(HR. Abu Dawud)

Doa ini mengingatkan kita, tidur adalah bentuk “kematian kecil”. Dengan membaca doa ini, kita menyerahkan seluruh diri kepada Allah dan mengakui ketergantungan kita kepada-Nya. Ketika bangun, Rasulullah membaca doa syukur karena diberi kesempatan hidup kembali untuk beribadah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here