Susuri Sungai Demi Penyintas, Ketua Dompet Dhuafa Pastikan Bantuan Tiba ke Aceh Tamiang

JAKARTA, KBKNEWS.id –  Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, iiut terjun langsung menyusuri akses terputus menuju lokasi bencana di Aceh Tamiang.

Tim Dompet Dhuafa harus menyeberangi Sungai Peusangan menggunakan perahu warga, menyusul terputusnya jembatan utama akibat terjangan banjir bandang.

Namun keterbatasan akses itu tak menyurutkan langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke tangan para penyintas.

Ahmad Juwaini tiba di Aceh Tamiang pada Jumat (12/12/2025) siang, bersama jajaran Dompet Dhuafa. Rombongan membawa logistik bantuan yang dihimpun dari Banda Aceh dan Medan. Sebelumnya, mereka juga menyalurkan puluhan ton bantuan berupa ribuan paket sembako, hygiene kit, dan selimut bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.

Perjalanan panjang dari Bireuen menuju Tamiang dipenuhi risiko. Akses darat terputus, jalur transportasi lumpuh, dan kondisi alam masih belum sepenuhnya aman. Namun, dengan bantuan perahu tradisional milik warga, tim tetap melanjutkan perjalanan demi satu tujuan: memastikan para penyintas banjir bandang tidak merasa ditinggalkan.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Tamiang tidak merasa sendirian menghadapi ujian ini,” ujar Ahmad Juwaini di sela perjalanan.

Setibanya di Tamiang, pemandangan pilu langsung menyambut. Material lumpur yang telah mengeras bercampur tumpukan kayu dari hutan menutupi sebagian besar kawasan permukiman. Sejumlah rumah hanyut terbawa arus, sementara lainnya terendam lumpur tebal hingga tak lagi layak dihuni. Banjir bandang tak hanya merenggut harta benda, tetapi juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi-lokasi yang dianggap lebih aman.

Di tengah keterbatasan, para pengungsi bertahan dengan kondisi serba minim. Kebutuhan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi persoalan utama. Hingga kini, ratusan warga masih dilaporkan belum ditemukan, menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Sejak pekan awal bencana, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah berupaya menembus wilayah terdampak. Armada taktis dikerahkan dari cabang-cabang Dompet Dhuafa serta markas DMC di Tangerang Selatan, membawa para rescuer terlatih, peralatan profesional, perlengkapan darurat, serta logistik kebutuhan pokok.

“Kondisi akses sangat terbatas. Banyak jalan terputus dan jembatan hanyut. Namun kami memastikan tim harus tetap masuk karena warga sangat membutuhkan bantuan cepat,” kata Ahmad.

Berbagai bentuk intervensi kemanusiaan pun terus dilakukan. Mulai dari distribusi bahan pangan untuk dapur umum, layanan pos hangat, penyediaan jaringan komunikasi darurat, layanan kesehatan, hingga pendampingan psychological first aid bagi penyintas yang mengalami stres dan trauma pascabencana.

Di lapangan, kolaborasi antara relawan dan warga tampak nyata. Logistik bantuan dipindahkan secara bergantian menggunakan perahu tradisional dan sling penyeberangan, menembus keterbatasan akses demi menjangkau wilayah yang lebih sulit dilalui. Proses distribusi berlangsung sepanjang hari agar bantuan dapat segera diterima oleh mereka yang membutuhkan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here