27.8 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus 2022
Beranda Label Harjuna

Label: Harjuna

TAMAN SRIWEDARI PUTER (7)

DEMI penghematan, Bambang Sumantri menjemput Dewi Citrawati untuk dihaturkan kepada Prabu Harjuna Sasrabahu, cukup menggunakan bis pariwisata Green White saja. Rombongan pengiring dari Magada...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (6)

TANTANGAN dari Betara Tembara ternyata sama persis dengan saran pengamat perkotaan dan pengamat lingkungan. Maka setelah memperoleh “pembekalan” dari Betara Tembara, segera Sokrasana kembali...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (2)

ANAK muda sekarang memang pemberani, termasuk yang bervivery-very coloso (nyerempet bahaya) sebagaimana kata Bung Karno. Meski sudah dilarang merantau, nasihat Begawan Suwandagni hanya diiyain...

SESAJI RAJA NGAYA (3)

PADA akhirnya disarankan oleh Begawan Abiyasa, agar Harjuna berjalan lempeng ke arah barat lewat tol Solo – Jakarta lewat pantura. Ketemu rest area tak...

SESAJI RAJA NGAYA (1)

PPKM  Darurat sudah dicabut sampai ke akar-akarnya, setelah diperpanjang melulu macam SIM. Ketika negeri Ngamarta mulai hendak membangun kembali ekonomi rakyatnya yang terpuruk, mendadak...

MUSTAKAWENI MBELING (3)

BAYANGKAN, Ibu Negara kok bikin gara-gara, apa kata wayang dan para abdi negara. Taruhlah Rocky Gerung akan diam saja, tapi wayang Gareng tanpa Rocky...

BURISRAWA CLOMETAN

SALYA muda yang bernama Narasoma, sebetulnya berwajah ganteng bak bintang sinetron seribu episode. Istrinya yang bernama Dewi Setyawati juga cantik jelita. Tapi sayang ketika...

BANON CINAWI BANGUN

DARI 100 bini Harjuna, termasuk sejumlah bidadari di kahyangan, paling disayang adalah Wara Sumbadra, kemudian Srikandi. Beruntung, meski keduanya bukan bagian dari “madu bersyariah”...

HARJUNA CATUR (II)

TIBA di kerajaan Dwarawati ternyata Prabu Betara Kresna tak ada di tempat. Kata Patih Udawa, beliaunya sedang membezuk Resi Seta di RS Mitra Keluarga...

SURYATMAJA KRAMA (2)

SELESAIKAH persoalannya dengan uang damai dan per­janjian itu? Tentu saja tidak. Meskipun keperawanan dijamin utuh, wayang-wayang tetap saja akan mencemooh Kunti karena punya anak...

SENYUM PAGI

Pidato Presiden Sukarno

PADA zaman Orde Lama, setiap tanggal 17 Agustus ada yang ditunggu-tunggu rakyat, yakni pidato Presiden Sukarno di halaman Istana Negara. Rakyat seluruh Indonesia mendengarkan liwat radio yang dipancarkan oleh RRI. Setelah Orde Baru dan dilanjutkan di era reformasi, Presiden pidato tanggal 16 Agustus di...

WAYANG PARODI

BANJARAN DURNA (19)

PARA cantrik di pertapan Saptaharga terkaget-kaget, baru kali ini ada Patih Sengkuni datang ke padepokan Begawan Abiyasa. Karena para cantrik juga rajin mengikuti medsos, mereka lalu menduga-duga bahwa kehadiran Patih Sengkuni untuk mendaftarkan anaknya si Antisuro yang badung, agar bertobat dan menjadi anak yang...